Investing.com – Harga minyak memperpanjang penurunan pada Rabu, turun untuk sesi kelima berturut-turut, karena para investor mempertimbangkan prospek peningkatan pasokan global menyusul kesepakatan damai AS-Iran, sementara penurunan tajam stok minyak mentah AS memberikan sedikit dukungan bagi pasar.
Per pukul 13:52 WIB, Brent Oil Kontrak Berjangka yang jatuh tempo pada Agustus turun 0,9%, sementara Kontrak Berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,2%.
Kedua tolok ukur tersebut menyentuh level terendah sejak 02/03. Keduanya telah anjlok sekitar 10% dalam dua sesi terakhir.
Para trader tetap fokus pada potensi implikasi bearish dari kesepakatan damai AS-Iran, yang dapat membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz secara bertahap dan kembalinya tambahan minyak mentah Timur Tengah ke pasar global.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, AS akan mengakhiri blokadenya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, sementara Teheran akan memulihkan lalu lintas maritim melalui Selat Hormuz.
Perjanjian yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat ini akan melarang Teheran memiliki senjata nuklir dan mengizinkan Iran untuk menjual minyaknya segera setelah penandatanganan.
Sentimen pasar telah berubah secara dramatis selama seminggu terakhir di tengah ekspektasi bahwa jalur pelayaran akan dibuka kembali dan ekspor Iran dapat dilanjutkan, memicu penurunan tajam dari premi risiko geopolitik yang tertanam dalam harga minyak.
Meski demikian, ketidakpastian atas implementasi perjanjian tersebut membatasi pelemahan lebih lanjut. Laporan menunjukkan bahwa perusahaan pelayaran masih menunggu kejelasan mengenai pengaturan keamanan dan kondisi operasional.
Para analis memperingatkan bahwa normalisasi penuh arus perdagangan bisa memakan waktu lebih lama dari yang saat ini diantisipasi pasar.





