Investing.com – Harga emas bertahan stabil pada hari Rabu setelah empat sesi kenaikan berturut-turut, seiring perjanjian damai sementara antara AS dan Iran yang meredakan sebagian kekhawatiran terkait inflasi yang didorong oleh energi, sementara para investor menantikan hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve pada hari yang sama.
Emas spot turun tipis 0,1% pada pukul 14:14 WIB, sementara Kontrak Berjangka Emas AS melemah 0,2%. Logam mulia ini menguat dalam empat sesi terakhir setelah bangkit dari level terendah multi-bulan.
Sentimen pasar didukung oleh optimisme seputar kesepakatan AS-Iran yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.
Perjanjian tersebut, yang mencakup ketentuan yang memungkinkan Iran untuk melanjutkan ekspor minyak dan memperpanjang gencatan senjata selagi negosiasi berlanjut, telah membantu mendorong harga minyak mentah turun tajam dan meredakan kekhawatiran akan guncangan inflasi baru.
Penurunan harga energi mendorong para investor untuk mengurangi ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih ketat, yang merupakan perkembangan positif bagi emas batangan yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Emas mendapat manfaat dari penurunan dolar AS yang dihasilkan, dengan Indeks Dolar AS yang melayang di dekat level terendah 10 hari.
Fokus pasar kini sepenuhnya tertuju pada pengumuman kebijakan pertama Federal Reserve di bawah pimpinan Ketua Kevin Warsh.
Bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun para investor akan mencermati dengan seksama proyeksi ekonomi terbaru dan yang disebut “dot plot” untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan ke depan.
Pasar sangat sensitif terhadap sinyal apapun mengenai apakah para pembuat kebijakan masih melihat ruang untuk pelonggaran kebijakan pada akhir tahun ini.
Nada hawkish dari The Fed dapat mendorong imbal hasil obligasi Treasury dan dolar AS naik, yang berpotensi membatasi reli emas baru-baru ini.
Permintaan mendasar terhadap emas juga tetap kuat. Survei World Gold Council terbaru menunjukkan bahwa 45% manajer cadangan bank sentral berencana untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka dalam setahun ke depan, yang menggarisbawahi minat yang terus berlanjut terhadap logam ini sebagai alat diversifikasi portofolio dan lindung nilai geopolitik.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 0,5% sementara platinum turun 1,1%.
Kontrak Berjangka Tembaga Acuan di London Metal Exchange naik tipis 0,3%, sementara Kontrak Berjangka Tembaga AS naik 1%.





