Investing.com – Dolar AS stabil pada Rabu setelah empat hari mengalami pelemahan, seiring investor menunggu detail lebih lanjut mengenai kesepakatan damai AS-Iran serta hasil pertemuan kebijakan pertama Federal Reserve di bawah pimpinan Ketua Kevin Warsh.
Indeks Dolar AS diperdagangkan relatif datar di 99,55, bertahan di dekat level terendah dalam 10 hari.
Para trader menahan diri dari penempatan posisi besar menjelang pengumuman kebijakan Fed yang dijadwalkan berlangsung hari ini.
Pasar secara luas memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, sementara investor lebih fokus pada proyeksi ekonomi terbaru dan konferensi pers pertama Warsh pasca-pertemuan untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter ke depan.
Warsh, yang mengambil alih jabatan Ketua Fed bulan lalu, menghadapi ujian kebijakan besar pertamanya di tengah kekhawatiran yang masih ada bahwa inflasi bisa tetap berada di atas target bank sentral. Investor akan mencermati apakah para pembuat kebijakan mempertahankan proyeksi pemangkasan suku bunga pada akhir tahun ini.
Pasar mata uang sebagian besar lesu dalam perdagangan Asia setelah perbaikan tajam sentimen risiko awal pekan ini, yang dipicu oleh kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran yang berpotensi membuka jalan bagi pembukaan kembali Selat Hormuz dan kembalinya pasokan minyak Iran secara bertahap ke pasar global.
Detail kesepakatan tersebut mulai terungkap pada Selasa. Berdasarkan perjanjian yang diusulkan, Iran akan diizinkan untuk segera melanjutkan ekspor minyak setelah implementasi dilakukan. Di sisi nuklir, Iran telah menyetujui untuk tidak mengejar atau memperoleh senjata nuklir serta membekukan ekspansi lebih lanjut program nuklirnya selama periode negosiasi 60 hari.





