Investing.com – Kontrak berjangka indeks saham AS melonjak tajam pada Rabu malam, didorong oleh hasil kinerja kuartalan yang solid dari Microsoft dan Meta Platforms, yang kembali meningkatkan kepercayaan investor terhadap potensi pertumbuhan yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI).
Kenaikan ini terjadi setelah sesi perdagangan reguler Wall Street yang cenderung datar, menyusul keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga, sesuai dengan ekspektasi pasar. Namun, komentar hati-hati dari pejabat The Fed membuat ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan September mulai meredup.
Laporan keuangan sektor teknologi yang positif setelah jam perdagangan mengangkat sentimen pasar secara umum, dengan kontrak berjangka Nasdaq 100 memimpin kenaikan.
Futures S&P 500 naik 0,7% ke 6.441,25 poin, Futures Nasdaq 100 melonjak 1,1% ke 23.719,75 poin dan Futures Dow Jones menguat 0,2% ke 44.690,0 poin (per pukul 20:17 ET / 00:17 GMT).
Sikap Hawkish The Fed Menekan Harapan Pelonggaran
Dalam sesi reguler sebelumnya pada hari Rabu:
Indeks S&P 500 turun tipis 0,1%
NASDAQ Composite naik 0,2%
Dow Jones Industrial Average melemah 0,4%
The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan dalam kisaran 4,25% hingga 4,5%. Menariknya, dua gubernur The Fed—Michelle Bowman dan Christopher Waller—menyatakan dissent atau ketidaksetujuan terhadap keputusan tersebut, menjadikannya pertentangan ganda pertama sejak 1993. Keduanya merupakan penunjukan era Trump dan mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan ini.
Keputusan untuk tetap menahan suku bunga memicu kritik dari Presiden Donald Trump, yang kembali mendesak agar The Fed segera memangkas suku bunga guna mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Ketua The Fed, Jerome Powell, kembali berada dalam jalur konflik langsung dengan Presiden dengan pernyataannya bahwa bank sentral memilih ‘mengabaikan’ inflasi akibat tarif dan tidak menaikkan suku bunga,” tulis analis dari ING dalam catatan mereka.
Sebelumnya, data ekonomi yang dirilis hari Rabu menunjukkan bahwa ekonomi AS tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal kedua, membalikkan kontraksi yang terjadi pada kuartal pertama 2025.
Sektor ketenagakerjaan juga menunjukkan penguatan, dengan data payroll swasta meningkat sebesar 104.000 pekerjaan pada Juli, menyusul revisi penurunan 23.000 pada Juni. Angka ini menjadi pendahulu penting menjelang rilis data nonfarm payrolls pada hari Jumat.
Saham Microsoft dan Meta Melonjak Usai Rilis Laporan Keuangan
Saham Microsoft (NASDAQ: MSFT) naik lebih dari 8% dalam perdagangan setelah jam pasar, didorong oleh hasil kuartal keempat yang melampaui ekspektasi — terutama berkat pertumbuhan bisnis cloud dan permintaan terhadap layanan berbasis AI.
Saham Meta Platforms (NASDAQ: META) melonjak hampir 12% setelah merilis hasil keuangan dan panduan yang sangat kuat untuk kuartal kedua, mencerminkan ketangguhan bisnis inti periklanan mereka.
Laporan ini merupakan bagian awal dari hasil keuangan kelompok teknologi raksasa yang dijuluki “Magnificent Seven”, di mana laporan dari Apple Inc (NASDAQ: AAPL) dan Amazon.com Inc (NASDAQ: AMZN) dijadwalkan rilis pada hari Kamis.
Trump Umumkan Tarif Baru: 15% untuk Korea Selatan, 25% untuk India
Presiden Donald Trump mengumumkan pada Rabu bahwa AS akan memberlakukan tarif 15% terhadap impor dari Korea Selatan. Dalam kesempatan yang sama, ia mengklaim bahwa Korea Selatan telah setuju untuk menginvestasikan $350 miliar di AS dan membeli $100 miliar produk energi dari AS.
Trump juga menandatangani proklamasi yang menetapkan tarif 50% untuk produk semi-jadi dan produk yang mengandung tembaga tinggi, yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus, dengan alasan keamanan nasional.
India juga menjadi sasaran, dengan pengumuman tarif 25% plus penalti mulai 1 Agustus, menyusul kebijakan negara tersebut yang tetap membeli peralatan militer dan energi dari Rusia.
Trump menyatakan bahwa sejumlah kesepakatan perdagangan dengan negara-negara lain masih belum terselesaikan, namun menegaskan bahwa tarif “resiprokal” versi barunya akan mulai berlaku bulan depan.
Artikel ini diterbitkan oleh investing.com





