Investing.com – Harga minyak hampir tidak berubah dalam perdagangan Asia pada hari Selasa setelah ditutup lebih dari 1% lebih tinggi pada sesi sebelumnya, saat para investor menilai meningkatnya permusuhan antara AS dan Iran serta risiko terhadap pasokan energi Timur Tengah akibat blokade laut gerakan Houthi Yaman terhadap Arab Saudi.
Per pukul 07:35, Brent Oil Futures yang kedaluwarsa pada bulan September turun tipis 0,3%, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan stagnan.
Kedua kontrak tersebut ditutup hampir 1% lebih tinggi pada hari Senin setelah mengalami fluktuasi tajam dalam sesi tersebut di tengah meningkatnya ketidakpastian.
Para trader enggan mengambil posisi besar di tengah perkembangan geopolitik yang berubah dengan cepat. Pasar tetap bergejolak, berayun antara harapan diplomasi yang diperbarui dan kekhawatiran akan gangguan pasokan.
Laporan mengenai kemungkinan proposal gencatan senjata antara Washington dan Teheran sempat menekan harga selama sesi Senin sebelum minyak mentah berbalik naik setelah Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim yang menargetkan Arab Saudi.
Blokade tersebut mengancam pengiriman melalui Selat Bab al-Mandeb, sebuah titik sempit kritis yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden yang menangani sekitar 12% perdagangan global dan volume signifikan pengiriman minyak.
Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker mengambil rute lebih panjang memutar Afrika selatan, sehingga meningkatkan biaya pengiriman dan menunda pengiriman.
Perkembangan terbaru ini terjadi saat pertempuran antara AS dan Iran semakin intensif, dengan pasukan AS yang terus melancarkan serangan terhadap target militer Iran sementara Teheran melakukan serangan terhadap sekutu AS di kawasan tersebut.
Meskipun pejabat Iran telah mengindikasikan bahwa kontak diplomatik masih aktif, para trader tetap fokus pada risiko bahwa konflik tersebut dapat menyebar lebih jauh ke kawasan-kawasan penghasil minyak utama.
Para analis mengatakan risiko geopolitik terus menopang harga minyak mentah, meskipun kenaikan telah dibatasi oleh ekspektasi bahwa episode ketegangan Timur Tengah sebelumnya pada akhirnya mereda tanpa gangguan berkepanjangan terhadap aliran minyak global.
Perhatian juga beralih ke data persediaan minyak mingguan AS dari American Petroleum Institute yang akan dirilis pada Selasa ini, diikuti oleh data resmi pemerintah dari Energy Information Administration pada hari Rabu, untuk sinyal terbaru mengenai permintaan bahan bakar di negara konsumen minyak terbesar di dunia.





