Investing.com – Harga minyak menguat dalam perdagangan Asia pada Kamis ini, naik untuk sesi kelima berturut-turut, setelah militan Houthi yang berafiliasi dengan Iran mengklaim telah menyerang dua tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan yang lebih dalam di jalur pelayaran utama Timur Tengah.
Per pukul 08:33 WIB, Kontrak Berjangka Minyak Brent yang berakhir pada September naik 1,7%, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,5%.
Pihak Houthi menyatakan pada Kamis bahwa mereka menargetkan tanker Saudi bernama ENCE LA dan LAYLIA setelah menuduh keduanya melanggar blokade maritim yang baru-baru ini diumumkan.
Otoritas Saudi belum mengkonfirmasi adanya kerusakan, namun serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang semakin mengancam infrastruktur energi dan pelayaran global.
Insiden terbaru ini menyusul peringatan yang dikeluarkan awal pekan ini bahwa kelompok tersebut akan berupaya memblokir pelayaran yang terkait dengan Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb, salah satu titik transit energi tersibuk di dunia yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Gangguan yang berkelanjutan dapat memaksa kapal tanker untuk mengubah rute memutar Afrika bagian selatan, sehingga memperpanjang waktu pelayaran dan meningkatkan biaya pengangkutan.
Kekhawatiran atas pasokan minyak mentah semakin meningkat seiring berlanjutnya pertempuran antara AS dan Iran, yang menambah ketidakpastian terkait lalu lintas melalui Selat Hormuz, jalur vital lainnya bagi ekspor minyak global.
Secara bersama-sama, jalur perairan Hormuz dan Bab el-Mandeb menangani porsi signifikan dari pengiriman minyak mentah melalui laut, menjadikannya sangat diperhatikan oleh pasar energi.
Para pedagang semakin fokus pada risiko transportasi, meningkatnya biaya asuransi, dan kemungkinan serangan lebih lanjut terhadap tanker atau fasilitas energi.
Serangan ini terjadi setelah beberapa tanker minyak mentah Saudi yang menuju India dan China mengubah haluan awal pekan ini menyusul peringatan dari Houthi.
Data pemerintah AS menunjukkan kenaikan tak terduga dalam stok minyak mentah. Badan Informasi Energi AS (EIA) menyatakan bahwa stok minyak mentah komersial naik sebesar 2,0 juta barel menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan.
Stok bensin meningkat sebesar 0,8 juta barel dan stok distilat naik sebesar 1,4 juta barel, sementara total stok minyak bumi komersial naik sebesar 11,6 juta barel.





