Saham Berjangka AS datar

Investing.com— Indeks saham berjangka AS bergerak relatif tidak berubah pada Senin malam setelah Wall Street ditutup melemah dengan tekanan pada saham teknologi, sementara investor menjalani pekan perdagangan yang dipersingkat oleh hari libur dan menunggu sinyal baru terkait arah kebijakan Federal Reserve.

Futures S&P 500 turun tipis 0,1% ke 6.951,0 poin, sementara Futures Nasdaq 100 juga turun 0,1% ke 25.704,75 poin pada pukul 20:08 ET (01:08 GMT). Futures Dow Jones tidak berubah di 48.744,0 poin.

Pergerakan ini mencerminkan likuiditas yang tipis karena banyak pelaku pasar masih belum kembali ke meja kerja menjelang libur Tahun Baru pada Kamis.

Wall St turun karena kerugian saham teknologi; risalah The Fed ditunggu

Wall Street ditutup lebih rendah pada Senin, menandai hari kedua berturut-turut penurunan bagi S&P 500, karena saham-saham teknologi berkapitalisasi besar melemah di tengah aksi ambil untung akhir tahun. NASDAQ Composite dan Dow Jones Industrial Average masing-masing turun 0,5%.

Investor mengurangi eksposur pada saham teknologi yang sempat melesat tinggi setelah reli kuat pada awal Desember yang mendorong indeks-indeks utama ke atau mendekati rekor tertinggi.

Perhatian pasar pada Selasa nanti diperkirakan beralih ke rilis risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru.

Investor akan mencermati detailnya untuk mencari petunjuk tentang bagaimana para pembuat kebijakan menilai tren inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan jalur suku bunga yang tepat, terutama ketika pasar terus memperhitungkan potensi pelonggaran pada 2026.

Risalah tersebut dapat memengaruhi arah pasar dalam jangka pendek di tengah pekan yang relatif sepi data ekonomi, dengan volume perdagangan diperkirakan tetap rendah karena kalender liburan. Pasar AS akan tutup akhir pekan ini untuk libur Tahun Baru, yang semakin membatasi partisipasi.

Trader menimbang optimisme musiman

Faktor musiman juga menjadi sorotan, dengan investor mengamati secara cermat potensi apa yang disebut reli Santa Claus, periode yang biasanya mencakup hari-hari terakhir Desember dan sesi awal Januari dan secara historis dikaitkan dengan imbal hasil saham yang positif.

Optimisme terhadap pola musiman ini sempat membantu menopang saham-saham pada awal bulan ini, meskipun penurunan terbaru menimbulkan pertanyaan apakah reli tersebut akan sepenuhnya terwujud tahun ini.

Meski terjadi pelemahan belakangan ini, saham AS masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan yang solid sepanjang tahun, ditopang oleh ekspektasi pelonggaran moneter pada akhirnya, pertumbuhan ekonomi yang tangguh, dan laba perusahaan yang kuat.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait