Emas Melonjak di Atas $4.650 di Tengah Kekhawatiran Fiskal AS

Investing.com – Harga emas memperpanjang kenaikan pada hari Senin, menembus di atas $4.650 per ons dan semakin mengukuhkan posisinya di level tertinggi tiga bulan, seiring kekhawatiran atas risiko fiskal AS dan upaya Departemen Keuangan untuk menekan biaya pinjaman jangka panjang yang terus mendorong permintaan terhadap emas batangan.

Pada pukul 14:42 WIB, XAU/USD naik 1%, sementara Gold Futures menguat 0,6%. XAG/USD naik tipis 0,2%, sementara XPT/USD menguat 0,6%. US Dollar Index naik 0,2%.

Intervensi Departemen Keuangan hidupkan kembali perdagangan pelemahan dolar

Emas memperpanjang reli yang kuat setelah mencatat kenaikan lebih dari 5% pekan lalu, menandai kenaikan mingguan berturut-turut ketiga. Logam mulia ini sempat diperdagangkan di atas $4.620 per ons pada hari Senin, melanjutkan kenaikan 1,9% pada hari Jumat dan tetap berada di dekat level tertingginya dalam tiga bulan.

Kenaikan terbaru ini berkaitan erat dengan keputusan mengejutkan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian obligasi pemerintah bertenor panjang. Langkah tersebut mendorong imbal hasil obligasi dan dolar turun, serta menghidupkan kembali strategi investasi di mana para investor lebih memilih aset keras seperti emas ketika kepercayaan mereka terhadap daya beli jangka panjang mata uang fiat mulai melemah.

Menteri Keuangan Scott Bessent kemudian mengindikasikan bahwa pemerintah dapat memperluas program pembelian kembali lebih jauh, dan menyatakan bahwa pemerintahan akan segera mengumumkan inisiatif fiskal yang bertujuan mengatasi tingginya biaya pinjaman pemerintah.

Kekhawatiran ini bukan sekadar soal imbal hasil yang lebih rendah. Intervensi Departemen Keuangan telah memunculkan pertanyaan mengenai apakah para pembuat kebijakan semakin bersedia mengelola biaya pinjaman secara langsung, alih-alih membiarkan pasar obligasi menentukannya secara bebas.

Analis ANZ menyatakan bahwa intervensi Departemen Keuangan juga semakin memperburuk kekhawatiran tentang posisi fiskal AS. Mereka mencatat bahwa pergerakan emas di atas $4.500 didukung oleh ekspektasi bahwa pemerintah akan terus berupaya menjaga imbal hasil jangka panjang tetap terkendali, sementara tekanan terhadap dolar mendorong investor untuk meningkatkan eksposur mereka ke emas batangan.

Latar belakang ini semakin mencolok setelah utang pemerintah AS melampaui $40 triliun untuk pertama kalinya, sementara dolar telah jatuh ke level terendahnya dalam lebih dari tiga bulan.

Permintaan emas menguat seiring meningkatnya kekhawatiran utang

Minat investor terhadap emas batangan semakin meluas seiring reli yang didorong oleh kebijakan Departemen Keuangan. ETF berbasis emas mencatat arus masuk harian terbesar sejak September 2025 dan memperpanjang tren arus masuk bersih selama lima pekan berturut-turut, menurut analis ANZ.

Gambaran teknikal juga semakin menguat. Emas telah bergerak di atas rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar $4.513, sebuah level yang sering dipantau oleh para trader sebagai sinyal bahwa tren jangka panjang telah berbalik lebih positif. Target teknikal utama berikutnya berada di sekitar $4.700 jika momentum terus berlanjut.

Pada saat yang sama, ketidakpastian geopolitik terus menopang permintaan terhadap aset yang dianggap sebagai penyimpan nilai.

Emas telah bergerak jauh melampaui level $4.000 per ons yang sebelumnya menjadi zona dukungan utama selama koreksi sebelumnya, sementara pembelian oleh bank sentral dan meningkatnya permintaan ETF telah memperkuat pemulihan ini.

ANZ menyatakan bahwa pergeseran dalam posisi investor mencerminkan pergerakan yang lebih luas menuju diversifikasi, seiring kepercayaan terhadap aset AS yang diuji oleh kekhawatiran fiskal, tingginya utang, dan ketidakpastian arah kebijakan.

World Gold Council juga telah menyoroti pentingnya permintaan dari bank sentral di tengah risiko geopolitik dan inflasi yang tetap tinggi.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait