Investing.com – Harga emas batangan Antam melonjak tajam pada perdagangan Kamis (20/8/2026), naik sekitar 3% dari posisi sehari sebelumnya. Kenaikan ini merupakan yang terbesar dalam beberapa hari terakhir.
Harga Emas Dunia Ikut Melonjak 3%, Didorong Pelemahan Dolar AS
Lonjakan harga emas Antam ini sejalan dengan pergerakan harga emas dunia yang turut menguat sekitar 3%, seiring pelemahan indeks dolar AS. Harga jual kembali (buyback) emas Antam turut naik Rp80.000 ke level Rp2.585.000 per gram. Meski melonjak tajam, harga emas Antam saat ini masih berada sekitar 14% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) sebesar Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026, meski secara year-to-date masih mencatatkan kenaikan sekitar 9,5% dari posisi awal tahun di Rp2.488.000 per gram.
UBS Pasang Target Baru US$5.400, Ini Alasannya
Di pasar global, bank asal Swiss UBS memperbarui target harga emas (XAU/USD) menjadi US$5.400 per ons, dengan asumsi disinflasi pada 2027 akan mendukung sikap kebijakan moneter Amerika Serikat yang tidak terlalu ketat, seiring pelemahan dolar AS secara lebih luas. Meski demikian, UBS mempertahankan proyeksi akhir 2026 tetap di US$4.600 per ons. Harga emas dunia sendiri belakangan bergerak naik seiring investor kembali menakar arah kebijakan suku bunga The Fed, di tengah data pasar tenaga kerja AS yang melunak dan memperkuat ekspektasi The Fed akan mempertahankan suku bunga apabila inflasi tetap terkendali.





