Investing.com– Harga minyak sedikit melemah dalam perdagangan Asia pada Selasa, mendingin setelah kenaikan tajam pada sesi sebelumnya karena meningkatnya ketegangan antara AS dan Venezuela serta serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia yang mengindikasikan gangguan pada pasokan global.
Volume perdagangan masih tipis menjelang libur akhir tahun, sementara harga minyak masih menanggung kerugian besar sepanjang tahun ini akibat kekhawatiran perlambatan permintaan dan potensi kelebihan pasokan.
Kontrak berjangka minyak Brent Februari turun 0,1% ke $61,98 per barel, sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,2% ke $57,90 per barel pada pukul 20:38 ET (01:38 GMT).
Ketegangan AS–Venezuela jadi sorotan; Trump ancam mempertahankan minyak yang disita
AS terlihat berupaya menyita tanker minyak ketiga yang terkait dengan Venezuela pekan ini, tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan pemblokiran terhadap tanker minyak yang terkena sanksi yang masuk atau keluar dari negara tersebut.
Trump melanjutkan retorika kerasnya terhadap Caracas dan Presiden Nicolas Maduro, menyarankan agar ia mundur.
Dalam pidato pada Senin malam, Trump mengatakan AS akan mempertahankan minyak mentah dan tanker yang disita di dekat Venezuela.
“Kami akan menyimpannya… Mungkin kami akan menjualnya, mungkin kami akan menyimpannya, mungkin kami akan menggunakannya dalam cadangan strategis,” kata Trump.
Venezuela adalah produsen minyak terbesar ke-12 di dunia, dan memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Peningkatan aksi militer AS berpotensi mengganggu pengiriman minyak negara tersebut, dengan Tiongkok sebagai pembeli utama minyak Venezuela.
Gangguan Rusia–Ukraina, Timur Tengah jadi sorotan
Perang Rusia–Ukraina memberikan tambahan premi risiko pada harga minyak pekan ini, setelah Kyiv dalam gelombang serangan menghantam terminal minyak utama Rusia, sebuah pipa, dan setidaknya dua kapal.
Langkah ini berpotensi semakin mengganggu pengiriman minyak Rusia, yang sudah menghadapi sanksi ketat dari AS. Serangan berkelanjutan antara Rusia dan Ukraina juga meredupkan prospek gencatan senjata segera.
Ketegangan antara Israel dan Iran juga kembali mencuat pekan ini, setelah laporan menyebutkan Yerusalem tengah mengupayakan serangan baru terhadap Iran. Uji coba rudal oleh Teheran juga meningkatkan ketidakpastian di kawasan kaya minyak tersebut, dan memberikan tambahan premi risiko bagi harga minyak.





