Investing.com – Harga minyak naik tajam pada awal Senin setelah serangan Houthi terhadap Arab Saudi dan serangan baru di Selat Hormuz memicu kekhawatiran atas gangguan pasokan di kawasan tersebut.
Penundaan pembicaraan yang direncanakan antara Iran dan negara-negara Teluk Persia mengenai Hormuz juga menambah kekhawatiran atas gangguan pasokan, meningkatkan premi risiko minyak dan mempertahankan harga minyak mentah mendekati puncak tahunan.
Houthi serang Arab Saudi dan jalur pelayaran Bab el-Mandeb
Kenaikan harga minyak terutama didorong oleh serangan kelompok Houthi Yaman terhadap sejumlah target di Arab Saudi selama akhir pekan.
Kelompok Houthi, yang berafiliasi dengan Iran, berhasil mengamankan posisi yang memungkinkan mereka melancarkan serangan tanpa hambatan di Selat Bab el-Mandeb, serta menargetkan fasilitas energi utama Arab Saudi.
Hal ini terjadi setelah Houthi pekan lalu menyerang sejumlah target besar Arab Saudi, termasuk kilang dan terminal bahan bakar Aramco, beberapa pabrik bahan bakar, bandara, dan kapal-kapal di Bab el-Mandeb.
Perkembangan ini menutup jalur pasokan minyak penting lainnya di Timur Tengah, terutama mengingat sebagian besar pengiriman minyak Arab Saudi melalui Hormuz dialihkan melalui Selat Bab el-Mandeb.
Arab Saudi menyatakan telah menutup pipa penting jalur Timur-Barat menyusul serangan Houthi lebih lanjut. Kelompok tersebut dilaporkan menyerang beberapa target di Arab Saudi selama akhir pekan, sementara rudal juga menghantam fasilitas energi utama di negara itu.
“Riyadh kini kehilangan opsi untuk menggunakan jalur ekspor barat jika Selat Hormuz kembali memburuk. Hal ini kemungkinan akan memberikan tekanan kenaikan lebih lanjut pada harga minyak pekan ini,” kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Oman sebut pembicaraan soal Hormuz ditunda
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Oman, Sayyid Badr Albusaidi, menyatakan pada Minggu bahwa pertemuan regional antara Iran dan negara-negara Teluk, yang semula dijadwalkan pada Senin, kini telah ditunda.
Kabar mengenai pertemuan Senin tersebut sebelumnya sempat meredam kenaikan harga minyak pekan lalu, karena pasar berharap diplomasi yang diperbarui dapat membantu membatasi gangguan pasokan di kawasan tersebut.
Namun dengan pertemuan yang kini ditunda tanpa batas waktu, Hormuz kemungkinan akan tetap menjadi titik sengketa dalam waktu dekat. Pasokan minyak melalui jalur tersebut telah melambat hingga sebagian kecil dari tingkat sebelum perang, menyusul memanasnya kembali permusuhan antara AS dan Iran pada Agustus lalu.





