Harga Emas Turun karena Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Melemah

Investing.com – Harga emas turun dalam perdagangan Asia pada hari Jumat, tetap berada di bawah tekanan akibat penguatan dolar AS, karena investor mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga AS menjelang pidato penting dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell.

Harga logam lainnya juga ikut melemah, seiring dolar menguat menjelang pidato Powell. Dolar AS diperkirakan mencatatkan penguatan mingguan yang cukup solid.

Harga spot emas turun 0,3% menjadi US$ 3.328,37 per ons, sementara emas berjangka juga turun 0,3% menjadi US$ 3.371,15 per ons pada pukul 00:54 ET (04:54 GMT).

Namun, penurunan harga emas masih terbatas karena permintaan aset aman (safe haven) masih tetap ada, terutama di tengah semakin jelasnya bahwa perjanjian damai antara Rusia dan Ukraina tidak akan tercapai dalam waktu dekat, meskipun ada upaya negosiasi dari AS.

 

Emas Menuju Pekan Kedua Penurunan karena Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Menurun

Sepanjang minggu ini, harga emas diperdagangkan turun antara 0,2% hingga 0,5%, menandai penurunan mingguan kedua berturut-turut.

Penurunan ini terutama terjadi karena pelaku pasar mulai mengurangi harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September. Risalah rapat The Fed di akhir Juli, yang dirilis hari Rabu, menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan memilih untuk menahan suku bunga dalam waktu dekat.

Kontrak berjangka Fed Fund menunjukkan peluang sebesar 73,1% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, turun tajam dari 92,2% minggu lalu, menurut data CME FedWatch.

Suku bunga tinggi yang bertahan lama memberikan tekanan jangka panjang terhadap emas dan aset non-yielding lainnya, karena meningkatkan biaya peluang berinvestasi di aset tersebut dibandingkan dengan surat utang, terutama obligasi pemerintah AS (Treasuries).

 

Harga Logam Melemah karena Dolar Menguat Menjelang Pidato Powell

Fokus pasar kini tertuju pada pidato Jerome Powell dalam Simposium Jackson Hole yang akan digelar Jumat malam waktu AS, sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depan.

Investor menantikan apakah Powell akan menanggapi data terbaru yang menunjukkan inflasi mulai menurun secara moderat dan pasar tenaga kerja mulai mendingin.

Powell sebelumnya menyebut bahwa ketidakpastian terhadap dampak inflasi dari tarif perdagangan yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump merupakan faktor utama yang membuat The Fed belum yakin untuk segera memangkas suku bunga.

Pandangan ini membuat para trader mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga pada September, yang pada gilirannya menguatkan dolar dan menekan harga logam. Dolar AS diperkirakan menguat sekitar 0,9% minggu ini.

Harga spot platinum turun 0,7% menjadi US$ 1.347,85 per ons, sedangkan spot silver turun 0,2% menjadi US$ 38,0735 per ons. Keduanya masih mencatatkan kenaikan mingguan tipis.

Di antara logam industri, kontrak tembaga berjangka di London Metal Exchange turun 0,2% menjadi US$ 9.724,10 per ton, sementara tembaga berjangka di COMEX turun 0,3% menjadi US$ 4,4420 per pon.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait