BofA Pangkas Proyeksi Euro, Dolar AS Diprediksi Menguat di Semester Kedua

Investing.com – Bank of America telah merevisi proyeksi nilai tukar G10 untuk semester kedua 2026, menurunkan perkiraan pasangan euro-dolar dan mengambil pandangan yang lebih konstruktif terhadap dolar AS dalam jangka pendek, seiring data ekonomi AS yang tangguh dan sikap hawkish Federal Reserve yang terus mendukung mata uang tersebut.

Bank ini kini memperkirakan EUR/USD akan berakhir di 1,12 pada akhir kuartal ketiga dan di 1,15 pada akhir 2026, turun dari proyeksi sebelumnya, seraya mempertahankan pandangan bahwa dolar hanya akan melemah secara moderat dalam jangka menengah. Bank ini juga merevisi proyeksi untuk beberapa mata uang dollar-bloc guna mencerminkan ekspektasi dolar AS yang relatif lebih kuat.

Bank of America menyatakan bahwa pasar valuta asing telah dipengaruhi oleh perkembangan seputar hubungan AS-Iran dan ekspektasi kebijakan moneter di bawah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh. Meskipun meredanya ketegangan geopolitik telah mengurangi tekanan pada pasar minyak, data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dan komunikasi hawkish dari Fed telah mendorong dolar lebih tinggi, dengan bank memperkirakan tren tersebut akan berlanjut dalam jangka pendek.

Bank ini percaya bahwa perbedaan kinerja ekonomi dan prospek pengetatan Fed lebih lanjut dapat menekan euro sepanjang musim panas. Bank memperkirakan divergensi pertumbuhan antara AS dan kawasan euro akan mencapai puncaknya dalam beberapa bulan ke depan sebelum pertumbuhan kawasan euro membaik di akhir tahun, didukung oleh stimulus fiskal Jerman dan harga energi yang lebih rendah.

Bank of America kini memproyeksikan EUR/USD di 1,12 pada akhir kuartal ketiga dan 1,15 pada akhir tahun, dibandingkan dengan proyeksi akhir kuartal ketiga sebelumnya di 1,15. Bank memperkirakan pasangan mata uang ini akan pulih secara bertahap seiring menguatnya pertumbuhan kawasan euro dan melambatnya pertumbuhan AS, sementara proyeksi akhir 2027 telah diturunkan menjadi 1,20 dari 1,25.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait