Harga Emas Stabil di Tengah Risiko Iran dan Fokus pada Risalah Fed

Investing.com – Harga emas stabil dalam perdagangan Asia pada hari Rabu karena pasar mencerna aksi militer terbaru antara AS dan Iran, sementara perhatian juga beralih ke risalah pertemuan Federal Reserve bulan Juni.

Emas batangan stabil setelah turun tajam pada sesi sebelumnya, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak melonjak dan memicu kembali kekhawatiran atas inflasi yang persisten akibat kenaikan harga energi.

Emas spot naik 0,3% pada pukul 09:32, sementara futures emas turun 0,7%.

Harga spot telah anjlok 1,6% pada hari Selasa setelah memanasnya ketegangan AS-Iran mendorong penguatan dolar dan memicu kekhawatiran yang lebih besar atas inflasi dan suku bunga.

Washington melancarkan serangan baru terhadap Iran dan juga mencabut izin ekspor minyak Iran, sebagai respons atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

Perkembangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai kesepakatan kerangka kerja bulan Juni antara AS dan Iran, serta apakah keduanya dapat mencapai perjanjian yang lebih komprehensif. Meski demikian, Washington mengisyaratkan bahwa negosiasi dengan Iran masih terus berlanjut.

Di luar geopolitik, perhatian pada hari Rabu tertuju pada risalah pertemuan Fed bulan Juni, yang diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank sentral terkait suku bunga.

Spekulasi mengenai kebijakan moneter telah menjadi pendorong utama harga emas sejak pertengahan Juni, dengan logam mulia tersebut bahkan berhasil menguat setelah data ketenagakerjaan yang lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini.

Namun demikian, Fed telah mengambil nada hawkish dalam pertemuan bulan Juni, dengan beberapa pembuat kebijakan mendukung gagasan suku bunga yang lebih tinggi, sebuah skenario yang kurang menguntungkan bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Risalah Fed akan diamati dengan seksama untuk mendapatkan lebih banyak wawasan mengenai pemikiran Fed, sementara nada komunikasi di bawah Ketua baru Kevin Warsh juga akan menjadi sorotan.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait