Investing.com – Harga emas turun dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, memotong pemulihan terkini karena pasar masih diliputi ketidakpastian seputar suku bunga dan inflasi AS.
Laporan mengenai sebuah kapal yang ditabrak di Selat Hormuz kembali memunculkan kekhawatiran atas gangguan pasar energi dan dampaknya terhadap inflasi, yang membuat dolar tetap kuat dan menekan pasar logam.
Emas spot turun 0,6%, sementara futures emas turun 0,3% pada pukul 08:10.
Logam mulia lainnya juga mengalami penurunan. Perak spot turun 1,3%, sementara platinum spot turun 0,5%.
Fokus pekan ini tertuju sepenuhnya pada risalah rapat bulan Juni Federal Reserve, yang diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai rencana bank sentral terkait suku bunga.
Namun perhatian juga akan tertuju pada nada komunikasi The Fed di bawah Ketua baru Kevin Warsh, yang telah menyerukan pengurangan pesan bank sentral kepada publik.
Warsh baru-baru ini memperingatkan bahwa The Fed tetap berkomitmen pada target inflasi tahunan 2%-nya, membuat pasar waspada terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter.
Emas sempat naik tajam pekan lalu, pulih dari level terlemahnya sepanjang tahun ini setelah data penggajian yang lebih lemah dari perkiraan membantu meredakan sebagian kekhawatiran atas kenaikan suku bunga. Dolar juga turun dari level tertinggi 13 bulan setelah data tersebut dirilis.
Namun pasar masih tetap berhati-hati terhadap inflasi yang sulit turun dan berpotensi mendorong kenaikan suku bunga tahun ini, yang terus menopang dolar dan membuat emas bertahan di dekat level terlemahnya sepanjang tahun ini.





