Harga Emas Stabil di Asia, Tertekan oleh Optimisme Perdagangan AS-Uni Eropa

Investing.com – Harga emas bertahan stabil dalam perdagangan Asia pada Senin (28/7), setelah mencatat penurunan selama tiga hari berturut-turut. Penurunan permintaan terhadap aset lindung nilai ini dipicu oleh tercapainya kesepakatan dagang baru antara Amerika Serikat dan Uni Eropa, yang meningkatkan selera risiko pelaku pasar.

Pelaku pasar juga bersikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve minggu ini, di mana bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tanpa perubahan.

Harga spot emas naik tipis sebesar 0,1% ke US$ 3.340,25 per ons, sementara kontrak berjangka emas juga mencatat kenaikan serupa ke level US$ 3.396,70 per ons pada pukul 01.35 ET (05.35 GMT). Harga emas ditutup melemah dua pekan berturut-turut sebelumnya, setelah kesepakatan dagang AS–Jepang turut meredakan ketegangan global.

 

Kesepakatan Dagang AS–Uni Eropa Dorong Optimisme Pasar; Keputusan Fed Dinantikan

Kesepakatan antara AS dan Uni Eropa yang diumumkan pada hari Minggu menetapkan tarif sebesar 15% atas sebagian besar barang Eropa yang masuk ke AS—setengah dari tarif yang semula diancamkan. Langkah ini membantu menghindari konflik dagang skala penuh dan meningkatkan sentimen pasar global.

Sementara itu, pejabat tinggi dari AS dan Tiongkok dijadwalkan bertemu di Stockholm pada Senin untuk membahas perpanjangan gencatan tarif selama tiga bulan. Laporan South China Morning Post menyebutkan bahwa kedua pihak tidak berencana mengenakan tarif baru sebelum batas waktu 12 Agustus.

Optimisme pasar ini turut menekan permintaan emas, meskipun nilai tukar dolar AS masih cenderung melemah. Analis mencatat bahwa meredanya ketidakpastian perdagangan mendorong aliran dana menuju pasar saham, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset perlindungan.

Fokus investor kini beralih ke pertemuan dua hari Federal Reserve yang akan berakhir pada Rabu. Bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 4,25%–4,50%, dan pasar akan mencermati setiap perubahan nada kebijakan yang dapat mengindikasikan waktu potensial pemangkasan suku bunga.

 

Pasar Logam Lain Cenderung Datar, Harga Platinum Melonjak

Indeks Dolar AS melemah pada awal pekan ini, menyusul pelemahan tajam yang terjadi sepanjang pekan lalu.

Kontrak berjangka perak bergerak mendatar di sekitar US$ 38,37 per ons, sementara kontrak berjangka platinum melonjak 1,6% ke US$ 1.445,05 per ons. Di sisi lain, kontrak tembaga acuan di London Metal Exchange naik 0,4% ke US$ 9.790,25 per ton, sementara kontrak tembaga AS justru turun tipis 0,2% ke US$ 5,775 per pon.

Pelaku pasar logam kini juga menantikan rilis data ekonomi utama dari AS akhir pekan ini, termasuk laporan ketenagakerjaan bulan Juli dan data inflasi berbasis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE).

Baca lebih lanjut di www.kayya.co.id

Artikel Terkait