FX Asia Lesu, Dolar Mendekati Level Terendah 7 Minggu Dengan Fokus pada Perundingan Iran dan Data Tenaga Kerja AS

Investing.com- Mata uang Asia sebagian besar tidak banyak bergerak pada Kamis, sementara dolar AS bertahan di dekat level terendah tujuh minggu karena investor dengan hati-hati memantau perkembangan negosiasi perdamaian di Timur Tengah dan menantikan data pasar tenaga kerja AS yang penting untuk petunjuk mengenai arah suku bunga Federal Reserve.

US Dollar Index bertahan stabil di 99,7 pada pukul 06:34, setelah tergelincir ke level terlemahnya sejak pertengahan Juni pada sesi sebelumnya.

Trader menantikan hasil perundingan AS-Iran

Pasangan USD/JPY yen Jepang diperdagangkan flat di 157,7 setelah kenaikan yang didukung intervensi baru-baru ini, meskipun sulit untuk melanjutkan reli karena para trader tetap berhati-hati terhadap prospek kebijakan Bank of Japan.

Para pembuat kebijakan BOJ terus memberi sinyal meningkatnya tekanan inflasi domestik yang dapat membenarkan kenaikan suku bunga lebih lanjut dari waktu ke waktu.

Pasangan USD/CNY onshore dan USD/CNH offshore yuan China tidak banyak berubah.

Pasangan USD/KRW won Korea Selatan turun tipis 0,1%.

Sentimen investor tetap berhati-hati meskipun ada tanda-tanda kemajuan diplomatik di Timur Tengah.

Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman awal dengan Oman mengenai rute pengiriman yang diusulkan melalui Selat Hormuz, jalur utama bagi sekitar seperlima pengiriman minyak global, meskipun beberapa isu yang diperdebatkan masih belum terselesaikan.

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan bahwa kesepakatan sudah dekat, namun Iran bersikeras bahwa pihaknya hanya bernegosiasi dengan Oman dan tidak langsung dengan Washington, yang menggarisbawahi kerapuhan pembicaraan tersebut.

Ketidakpastian ini membuat para trader mata uang tetap berhati-hati, dengan investor enggan membuat taruhan arah yang besar.

Harga minyak juga bergerak dalam kisaran terbatas pada Kamis, mempertahankan penurunan tajam dari awal pekan ini.

Neraca perdagangan Australia membaik; data tenaga kerja AS ditunggu

Data pada Kamis menunjukkan bahwa neraca perdagangan Australia kembali surplus pada Juni, karena ekspor pulih didorong oleh pengiriman emas non-moneter yang lebih kuat sementara impor sedikit mereda.

Pasangan AUD/USD dolar Australia turun tipis 0,1%.

Di tempat lain, pasangan USD/SGD dolar Singapura dan USD/INR rupee India sebagian besar tidak banyak bergerak.

Rupee India termasuk di antara mata uang Asia yang berkinerja lebih baik, menguat dalam lima dari tujuh sesi terakhir, didukung oleh meredanya harga minyak mentah.

USD/INR rupee turun 0,3% pada sesi sebelumnya setelah Reserve Bank of India mempertahankan suku bunga repo acuan tidak berubah di 5,25%, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Investor kini berfokus pada data ketenagakerjaan AS yang penting, termasuk data klaim pengangguran mingguan pada Kamis dan laporan nonfarm payrolls pada Jumat untuk mengukur apakah pendinginan terbaru di pasar tenaga kerja semakin menguat.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait