Investing.com – Harga emas naik dalam perdagangan Asia pada hari Senin, didukung oleh pelemahan dolar AS, saat para investor mempertimbangkan jeda permusuhan di Timur Tengah sambil menunggu pertemuan kebijakan Federal Reserve AS pekan ini.
Harga emas spot naik 1% pada pukul 10:02 WIB, sementara Kontrak Berjangka Emas AS yang jatuh tempo pada Agustus naik 0,6%.
Logam kuning ini menguat hampir 1% pekan lalu di tengah perdagangan yang bergejolak.
Indeks Dolar AS turun 0,3%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
Kenaikan ini juga terjadi setelah penurunan tajam harga minyak mentah menyusul keputusan Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan serangan militer selama akhir pekan.
Setelah 13 malam berturut-turut serangan AS terhadap target-target Iran, Presiden Donald Trump menghentikan kampanye pengeboman pada akhir pekan lalu untuk memberikan ruang bagi upaya diplomatik.
Iran juga menahan diri dari melancarkan serangan balasan terhadap negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS selama akhir pekan.
Harga minyak turun lebih dari 5% pada awal perdagangan hari Senin, membalikkan sebagian kenaikan pekan lalu yang didorong oleh kekhawatiran gangguan pasokan melalui Selat Hormuz dan Red Sea.
Meskipun penurunan harga minyak dapat mengurangi tekanan inflasi, para investor menunggu penilaian Federal Reserve mengenai prospek ekonomi menyusul volatilitas pasar yang terjadi belakangan ini.
Pelaku pasar kini berfokus pada keputusan kebijakan Federal Reserve yang akan diumumkan akhir pekan ini.
Bank sentral tersebut secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada hari Rabu, namun para trader akan mencermati dengan seksama pernyataan Ketua Kevin Warsh untuk mencari petunjuk mengenai waktu pemotongan suku bunga di masa mendatang serta penilaian para pembuat kebijakan terhadap risiko inflasi.
Para investor juga akan memantau data ekonomi AS yang akan datang, termasuk indikator inflasi dan pasar tenaga kerja, untuk sinyal lebih lanjut mengenai arah kebijakan The Fed.
Di antara logam mulia lainnya, harga perak naik 2%, sementara platinum naik 1,6%.





