Investing.com- Harga minyak turun dalam perdagangan awal Asia pada Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menunda rencana serangan terhadap Iran dan bahwa negosiasi dengan negara tersebut masih berlangsung.
AS memperpanjang pengecualian sanksi terhadap minyak laut Rusia untuk mengimbangi gangguan pasokan di Timur Tengah, yang turut menekan harga minyak mentah.
Futures minyak mentah West Texas Intermediate untuk Juli turun 1,8% menjadi $102,47 per barel pada pukul 06:13. Futures sempat dibuka lebih dari 2% lebih rendah.
Harga minyak mentah turun terutama setelah Trump mengatakan bahwa ia menunda rencana serangan militer terhadap Iran, dan bahwa “negosiasi serius” sedang berlangsung.
Serangan tersebut awalnya direncanakan pada Selasa, dengan Trump menyatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa ia telah diminta untuk menahan diri oleh negara-negara Teluk.
Meski demikian, Trump memperingatkan bahwa AS akan melanjutkan “serangan penuh dan berskala besar terhadap Iran” jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. Ia juga menegaskan kembali bahwa negara tersebut tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Harga minyak telah naik tajam selama dua minggu terakhir seiring sejumlah laporan yang menunjukkan AS dan Israel mempertimbangkan tindakan militer lebih lanjut terhadap Iran.
Selat Hormuz juga masih efektif tertutup, mengganggu sekitar 20% pasokan minyak mentah dunia.
Departemen Keuangan AS pada Senin mengumumkan perpanjangan 30 hari lagi atas pengecualian sanksi yang memungkinkan pembelian minyak laut Rusia, terutama oleh negara-negara yang dianggap rentan terhadap gangguan akibat perang Iran.
Langkah tersebut membuat Departemen Keuangan membalik rencana sebelumnya untuk tidak memperpanjang pengecualian tersebut.
Sejumlah negara Asia, termasuk importir besar China dan India, mengalami gangguan pasokan minyak akibat perang Iran.





