Harga Emas Sentuh Terendah 1,5 Bulan di Tengah Kenaikan Yield

Investing.com- Harga emas menyentuh level terendah dalam 1,5 bulan pada perdagangan Asia di hari Senin, seiring kenaikan yield global dan meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran yang menekan harga logam.

Harga emas spot turun 1,3% ke $4.483,67 per ons pada pukul 07:44, mendekati level terendahnya sejak akhir Maret. Harga emas berjangka turun 1,7% ke $4.484,82/oz.

Emas tetap tertekan di tengah lonjakan yield di negara-negara maju, karena pasar khawatir terhadap dampak inflasi akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di level tertinggi satu bulan, sementara yield obligasi Jepang tenor 10 tahun menyentuh level tertinggi dalam 29 tahun pada hari Senin.

Yield melonjak seiring meningkatnya spekulasi bahwa inflasi yang didorong oleh harga energi, akibat perang Iran, akan mendorong suku bunga lebih tinggi dan membuat bank sentral di seluruh dunia mengambil kebijakan yang lebih hawkish.

Skenario semacam ini tidak menguntungkan bagi emas, mengingat kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam berinvestasi di logam kuning tersebut.

Dolar AS menguat berdasarkan pandangan ini, menekan harga logam secara lebih luas. Harga perak spot turun 1,9% ke $74,5840/oz, sementara platinum spot turun 0,3% ke $1.972,05/oz.

Ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi, dengan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa “waktu terus berjalan” bagi Teheran untuk menerima kesepakatan damai.

AS dan Israel dikabarkan tengah mempertimbangkan tindakan militer baru terhadap Iran, terutama karena negosiasi mengenai kesepakatan damai belum membuahkan hasil yang berarti.

Pertemuan puncak Trump di China juga tidak memberikan kemajuan berarti terkait isu Iran.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait