Harga Minyak Hapus Kerugian Awal di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Investing.com – Harga minyak berbalik naik pada Kamis, menghapus penurunan sebelumnya, karena para investor mempertimbangkan harapan terobosan diplomatik di Timur Tengah terhadap kekhawatiran atas gangguan pasokan yang berkepanjangan dari kawasan tersebut.

Futures minyak Brent acuan telah naik 1,3% pada pukul 20:33 WIB, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 0,6%.

Futures Brent dan WTI masing-masing turun lebih dari 5% dalam sepekan terakhir. Optimisme atas kemungkinan kesepakatan gencatan senjata tetap bertahan meski ketegangan antara AS dan Iran terus berlanjut.

Laporan-laporan menunjukkan adanya potensi perbaikan dalam hubungan AS-Iran. Media pemerintah Rusia melaporkan bahwa keduanya telah mencapai kerangka kesepakatan gencatan senjata baru yang akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Namun Gedung Putih menegaskan pada Kamis bahwa tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dengan Iran. Washington memberlakukan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Iran awal pekan ini, dan juga memperingatkan negara-negara lain agar tidak melakukan perdagangan dengan Teheran. Administrasi Trump dilaporkan mulai berfokus pada upaya menekan perekonomian Iran untuk memaksa Republik Islam itu ke meja perundingan, alih-alih melakukan serangan militer lebih lanjut.

Sementara itu, laporan media menyebutkan Iran dan Oman tengah mendekati kesepakatan mengenai jalur pengiriman komersial sementara melalui Selat Hormuz, meskipun Teheran memperingatkan bahwa sebuah kesepakatan belum tentu berarti pembukaan kembali jalur tersebut secara langsung. Secara terpisah, Pakistan–mediator regional utama–juga melaporkan adanya kemajuan dalam pembicaraan damai dengan Iran, sementara perdana menteri Qatar mengunjungi Teheran pada Kamis.

Meski ada upaya untuk menghidupkan kembali langkah diplomatik guna mengakhiri permusuhan di Timur Tengah, data pengiriman menunjukkan arus melalui Selat Hormuz hanya sebagian kecil dari level sebelum perang. Jalur tersebut memasok sekitar 20% minyak mentah dunia sebelum konflik berlangsung, menjadikannya titik panas utama dalam perang Iran.

Sebuah kapal tanker minyak diterjang proyektil tak dikenal di Selat Hormuz hingga terbakar, menurut pernyataan dari United Kingdom Maritime Trade Organization pada Kamis. Lembaga tersebut menyebutkan bahwa otoritas setempat melaporkan kapal itu ditabrak di jalur antara Oman dan Iran pada Selasa, dengan menambahkan bahwa awak kapal dalam kondisi selamat dan tidak ada kerusakan lingkungan yang dilaporkan.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait