Investing.com – Harga minyak turun tipis pada Jumat karena pasar mencermati laporan bahwa AS hampir mendapatkan akses ke cadangan minyak Venezuela, sementara perhatian juga tertuju pada tarik-ulur AS-Iran terkait Selat Hormuz.
Laporan juga menyebutkan bahwa Venezuela tengah mempertimbangkan untuk keluar dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), di tengah hubungan yang semakin erat dengan Washington.
Futures minyak Brent turun 0,3% pada pukul 07:41, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,2%.
Kedua kontrak tersebut diperkirakan akan mengalami penurunan antara 4% hingga 5,5% dalam pekan ini, meski sempat rebound kuat pada Kamis.
AS hampir capai kesepakatan akses cadangan minyak Venezuela; Caracas pertimbangkan keluar dari OPEC
Pemerintahan Donald Trump hampir memastikan akses jangka panjang atas sebagian cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar, demikian dilaporkan Reuters pada Kamis.
Kesepakatan tersebut diperkirakan akan segera ditandatangani, dan akan memungkinkan pemerintah AS untuk menguasai sejumlah ladang minyak Venezuela yang akan dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan Amerika, menurut laporan Reuters.
Pasar minyak telah was-was terhadap potensi peningkatan pasokan yang berasal dari kendali AS atas aset minyak Venezuela, setelah Washington menggulingkan pemimpin Nicolas Maduro dan mengambil alih industri minyak negara tersebut.
Namun para analis juga memperingatkan bahwa peningkatan pasokan nyata akan membutuhkan waktu, mengingat besarnya pengembangan yang diperlukan pada infrastruktur minyak Venezuela.
Laporan terpisah menyebutkan bahwa Venezuela tengah mempertimbangkan rencana untuk keluar dari OPEC di tengah hubungan yang semakin erat dengan Amerika Serikat. Langkah ini akan menjadi keluarnya anggota besar kedua dari kelompok produsen tersebut, setelah Uni Emirat Arab menyatakan akan meninggalkan OPEC.
Minyak menuju kerugian mingguan di tengah sinyal AS-Iran yang beragam
Futures Brent dan WTI diperdagangkan lebih rendah sepanjang pekan ini, terutama tertekan oleh laporan sebelumnya mengenai Iran dan Oman yang sepakat untuk mengizinkan sebagian lalu lintas melalui Selat Hormuz.
Iran pada Kamis menyatakan sedang menyiapkan daftar syarat untuk membuka kembali jalur perairan tersebut. Prospek pembukaan kembali Hormuz telah menekan harga minyak mentah, mengingat jalur tersebut memasok sekitar seperlima minyak dunia sebelum perang AS-Iran.
Namun minyak mentah memangkas sebagian kerugian mingguannya pada Kamis setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Trump tidak tertarik untuk kembali ke kesepakatan damai Juni dengan Iran.
Teheran berulang kali mendesak AS untuk menghormati ketentuan kesepakatan damai Juni mereka sebelum negosiasi lebih lanjut dilakukan. Kesepakatan tersebut berakhir pada awal Agustus.





