Pada hari Selasa, Trump mengisyaratkan bahwa pembengkakan biaya proyek renovasi Fed, yang menelan $2,5 miliar, bisa menjadi alasan potensial untuk memecat Powell. Ketika ditanya apakah pembengkakan biaya tersebut merupakan pelanggaran yang dapat menyebabkan pemecatan, Trump menjawab, “Saya rasa memang seperti itu.”
Secara terpisah, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik, Anna Paulina, mengklaim bahwa pemecatan Powell sudah di depan mata, meski tidak menyebutkan sumbernya.
Direktur Perumahan Federal AS, William Pulte, mengatakan bahwa Powell sedang mempertimbangkan untuk mengundurkan diri, merujuk pada “sumber bipartisan yang sangat kredibel.” Senator Republik Cynthia Lummis juga menyatakan bahwa Powell sebaiknya mengundurkan diri.
Serangan-serangan dari pihak Republik terhadap Powell dan seruan agar ia mengundurkan diri tampaknya terutama berkisar pada tuntutan Trump agar Fed segera memotong suku bunga. Trump juga secara terbuka menghina Powell sehubungan dengan masalah ini, dan laporan menunjukkan bahwa presiden aktif mencari cara untuk menggantikan Ketua Fed.
Penasihat ekonomi Gedung Putih, Kevin Hassett, mengatakan awal pekan ini bahwa temuan investigasi mengenai pembengkakan biaya renovasi Fed berpotensi memberi Trump kewenangan untuk memecat Powell.
Sebuah laporan Bloomberg menyebutkan pada hari Selasa bahwa Hassett adalah salah satu kandidat terdepan untuk menggantikan Powell. Trump menyatakan bahwa Menteri Keuangan Scott Bessent juga merupakan kandidat utama untuk menggantikan Powell, tetapi ia menyukai kinerja Bessent dalam perannya saat ini.
Calon lainnya untuk posisi tersebut termasuk mantan gubernur Fed, Kevin Warsh.
Powell dan beberapa anggota Fed lainnya telah mengindikasikan bahwa suku bunga akan tetap stabil sampai dampak inflasi dari tarif perdagangan Trump menjadi jelas. Powell juga berencana untuk menjalankan sisa masa jabatannya, yang berakhir pada Mei 2026.
Upaya Trump untuk memaksa atau berpotensi memecat Ketua Fed telah menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi bank sentral, yang secara tradisional beroperasi di luar pengaruh politik AS.
Analis memperingatkan bahwa keluarnya Powell sebelum waktunya dapat sangat merusak kepercayaan terhadap ekonomi AS.





