Harga tembaga di Amerika Serikat melonjak lebih dari 12% hingga mencapai rekor tertinggi di atas $12.330 per metrik ton setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mengumumkan tarif sebesar 50% untuk impor logam tersebut pada hari Selasa.
Trump mengatakan kepada wartawan dalam sebuah pertemuan kabinet di Gedung Putih bahwa ia berencana untuk mengumumkan tarif tembaga tersebut pada hari yang sama, namun ia tidak menyebutkan kapan tarif tersebut akan mulai diberlakukan.
Pada bulan Februari, pemerintah AS telah meluncurkan penyelidikan terkait kemungkinan pemberlakuan tarif impor tembaga guna mendukung produksi dalam negeri dan mendorong investasi pada kapasitas baru. Batas waktu untuk kesimpulan penyelidikan tersebut adalah bulan November.
Ancaman tarif atas logam yang digunakan dalam industri tenaga dan konstruksi ini telah menciptakan selisih harga besar antara harga tembaga di COMEX dan di London Metal Exchange (LME), yang saat ini berada di sekitar $9.585 per ton.
Para pedagang memperkirakan selisih harga – yang juga berada di rekor tertinggi sekitar $2.750 per ton – akan menarik lebih banyak pasokan logam ke Amerika Serikat.





