S&P 500 mencetak penutupan rekor

Investing.com– Futures indeks saham AS bergerak terbatas pada Selasa malam setelah S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang masa, seiring data pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat kepercayaan terhadap ekonomi AS.

Futures S&P 500 stagnan di level 6.957,75 poin, sementara Futures Nasdaq 100 stabil di 25.818,00 poin pada pukul 19:48 ET (00:48 GMT). Futures Dow Jones juga tidak berubah di 48.743,0 poin.

Volume perdagangan diperkirakan tetap ringan karena pasar memasuki pekan perdagangan yang dipersingkat oleh hari libur. Bursa saham AS akan tutup lebih awal pada pukul 1 siang ET pada hari Rabu untuk Malam Natal dan tetap tutup pada hari Kamis untuk Hari Natal.

Wall Street naik didorong GDP Q3 yang kuat, reli Santa Claus

Wall Street menutup sesi reguler dengan kenaikan. S&P 500 naik sekitar 0,5% ke level penutupan tertinggi sepanjang masa, didukung oleh penguatan saham teknologi dan saham pertumbuhan, sementara NASDAQ Composite naik 0,6% dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,2%.

Investor mendapat dorongan dari data yang menunjukkan ekonomi AS tumbuh dengan laju yang kuat pada kuartal ketiga. Produk domestik bruto (GDP) meningkat pada tingkat tahunan sebesar 4,3%, melampaui ekspektasi.

Meskipun data yang kuat tersebut sempat mendorong imbal hasil obligasi Treasury lebih tinggi, pasar ekuitas tampak relatif tidak terpengaruh, dengan para pelaku pasar memandang data tersebut sebagai bersifat ke belakang dan kecil kemungkinannya mengganggu prospek kebijakan secara keseluruhan.

Pasar juga memasuki periode yang sering disebut sebagai “Santa Claus rally,” sebuah fenomena musiman yang menggambarkan kecenderungan saham AS untuk naik selama lima hari perdagangan terakhir bulan Desember dan dua sesi pertama bulan Januari.

Sejauh ini, kenaikan sepanjang pekan ini menjaga narasi musiman tersebut tetap berlaku.

Meski data pertumbuhan solid, ekspektasi bahwa Federal Reserve pada akhirnya akan melonggarkan kebijakan moneter sebagian besar tetap tidak berubah. Futures suku bunga menunjukkan para pedagang masih mengantisipasi pemangkasan suku bunga pada 2026 di tengah ekonomi yang tangguh dan tekanan inflasi yang tetap lengket.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait