Saham Berjangka AS sedikit turun setelah Wall Street mencetak rekor tertinggi karena optimisme pemangkasan suku bunga

Investing.com — Indeks futures saham AS sedikit turun pada Minggu malam, mendingin setelah optimisme atas pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve mendorong Wall Street mencetak rekor tertinggi minggu lalu, dengan saham teknologi naik paling tinggi.

Fokus minggu ini tertuju pada sejumlah indikator ekonomi utama, sementara beberapa pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, juga dijadwalkan untuk berbicara dalam beberapa hari mendatang.

Futures S&P 500 turun 0,1% ke 6.715,25 poin, sementara Futures Nasdaq 100 turun 0,1% ke 24.849,50 poin pada pukul 19:37 ET (23:37 GMT). Futures Dow Jones turun 0,1% ke 46.587,0 poin.

Wall Street mencetak rekor tertinggi karena optimisme pemangkasan suku bunga dan kekuatan saham teknologi

Indeks Wall Street ditutup pada level tertinggi sepanjang masa minggu lalu setelah The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberi sinyal bahwa pelonggaran lebih lanjut kemungkinan akan terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Bank sentral menyatakan bahwa mereka berupaya menghindari pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja, dan memperingatkan bahwa inflasi yang masih tinggi tetap akan mempengaruhi keputusan mereka.

Pasar secara umum menyambut baik prospek suku bunga yang lebih rendah, terutama di tengah beberapa tanda melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

S&P 500 naik 0,5% menjadi ditutup pada rekor 6.664,36 poin pada hari Jumat. NASDAQ Composite naik 0,7% untuk ditutup pada puncak 22.631,48 poin, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,4% ke 46.315,27 poin.

Saham teknologi menjadi pendorong terbesar di Wall Street, dengan Apple Inc (NASDAQ:AAPL) menjadi salah satu saham berkinerja terbaik karena indikator penjualan awal untuk lini iPhone 17 menunjukkan pertumbuhan tahunan yang kuat.

Saham perusahaan chip dan cloud juga diuntungkan oleh optimisme terhadap permintaan kecerdasan buatan yang berkelanjutan, sementara laporan laba positif dari perusahaan pengiriman FedEx Corporation (NYSE:FDX), yang biasanya menjadi indikator utama bagi ekonomi AS, juga mendorong kenaikan.

Pidato pejabat Fed, data PMI, dan inflasi menjadi fokus minggu ini

Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan untuk berbicara dalam beberapa hari mendatang, terutama Ketua Jerome Powell pada hari Selasa.

Pasar akan mencermati lebih banyak petunjuk dari The Fed terkait suku bunga, dengan bank sentral sebelumnya menyatakan bahwa pendekatan terhadap pelonggaran selanjutnya akan sangat bergantung pada data.

Untuk itu, sejumlah data ekonomi utama AS juga akan dirilis minggu ini. Data indeks manajer pembelian (PMI) untuk bulan September diharapkan memberi lebih banyak petunjuk tentang aktivitas bisnis di AS.

Pembacaan akhir terhadap pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua juga akan dirilis minggu ini.

Data indeks harga PCE – indikator inflasi pilihan The Fed – akan dirilis pada hari Jumat dan diharapkan memberikan petunjuk yang lebih pasti tentang rencana bank sentral untuk memangkas suku bunga.

Inflasi inti PCE diperkirakan tetap berada di atas target tahunan 2% milik The Fed, sementara perhatian juga tertuju pada tanda-tanda inflasi yang lebih tinggi akibat kenaikan tarif perdagangan.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait