Investing.com — Futures indeks saham AS naik pada Kamis malam karena saham-saham teknologi menguat berkat Apple, sementara pasar mulai mengabaikan tarif semikonduktor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump.
Menurut laporan Bloomberg, fokus pasar juga banyak tertuju pada siapa yang akan menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell tahun depan, setelah disebutkan bahwa Gubernur Christopher Waller menjadi kandidat utama pilihan Trump.
Kenaikan futures terjadi setelah sesi yang beragam di Wall Street, di mana sektor-sektor di luar teknologi kesulitan mencatat penguatan, dipengaruhi oleh penurunan tajam saham Eli Lilly dan data klaim tunjangan pengangguran yang semakin menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.
Tarif timbal balik Trump terhadap sejumlah mitra dagang utama mulai berlaku pada Kamis, sehingga pasar tetap waspada terhadap potensi dampaknya. Trump juga mengumumkan bea masuk sebesar 100% terhadap impor semikonduktor, tetapi memberikan pengecualian bagi perusahaan yang memiliki fasilitas produksi di AS, sehingga sebagian besar impor chip utama tidak terdampak.
Futures S&P 500 naik 0,2% menjadi 6.379,0 poin, sementara futures Nasdaq 100 naik 0,2% menjadi 23.550,0 poin pada pukul 19:32 ET (23:32 GMT). Futures Dow Jones naik 0,2% menjadi 44.151,0 poin.
Apple menopang Wall Street, Eli Lilly menjadi pemberat
Produsen iPhone, Apple Inc (NASDAQ:AAPL), menjadi penopang utama Wall Street pada Kamis, setelah mengumumkan komitmennya untuk berinvestasi sebesar total $600 miliar di Amerika Serikat selama empat tahun ke depan.
Saham Apple menjadi salah satu pendorong utama indeks NASDAQ Composite, membantu indeks tersebut ditutup naik 0,4% ke level 21.242,70 poin.
S&P 500 turun 0,1% menjadi 6.340,0 poin, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,5% menjadi 43.968,70 poin. Pelemahan dua indeks tersebut terutama disebabkan oleh penurunan saham Eli Lilly and Company (NYSE:LLY), yang anjlok 14% setelah hasil studi menunjukkan bahwa obat penurun berat badan barunya memberikan efek yang lebih rendah dibandingkan produk milik saingan, Novo Nordisk (NYSE:NVO).
Saham Airbnb Inc (NASDAQ:ABNB) turun 8% setelah perusahaan penyewaan rumah liburan tersebut memperkirakan pertumbuhan yang melambat pada paruh kedua tahun ini, yang mengecewakan investor. Saham Intel Corporation (NASDAQ:INTC) turun 3% setelah Trump menyerukan pengunduran diri segera CEO Lip-Bu Tan, dengan alasan bahwa hubungan sang CEO dengan China menimbulkan konflik kepentingan.
Pemangkasan suku bunga The Fed dan suksesi ketua jadi sorotan
Tanda-tanda pelemahan lebih lanjut di pasar tenaga kerja memberikan tekanan setelah data menunjukkan peningkatan klaim tunjangan pengangguran mingguan, meskipun data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September.
Trump secara berulang telah menyerukan agar bank sentral memangkas suku bunga demi mencegah perlambatan ekonomi. Ia juga diperkirakan akan segera mempercepat proses pemilihan pengganti Powell.
Menurut laporan sebelumnya, Trump juga sedang mempertimbangkan Menteri Keuangan Scott Bessent serta penasihat ekonomi utama Gedung Putih, Kevin Hassett, sebagai kandidat untuk posisi tersebut.
Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga pada bulan September meningkat tajam dalam sepekan terakhir setelah data ketenagakerjaan non-pertanian yang lemah menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan. Berdasarkan data dari CME FedWatch, pasar kini memperkirakan hampir 90% kemungkinan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin.





