Investing.com — Alberto G. Musalem, Presiden dan CEO Federal Reserve Bank of St. Louis, menyampaikan pandangannya tentang prospek ekonomi saat ini dan implikasinya terhadap kebijakan moneter dalam pidatonya di Economic Club of Minnesota pada 20 Mei 2025. Dia menyatakan bahwa meskipun ada beberapa moderasi dalam aktivitas ekonomi baru-baru ini, ekonomi AS terus menunjukkan kekuatan mendasar dan kebijakan moneter saat ini berada di posisi yang baik.
Musalem menunjukkan bahwa sementara pasar tenaga kerja telah menunjukkan ketahanan dan tetap berada pada atau mendekati kondisi pekerjaan penuh, inflasi terus mereda tetapi masih berada di atas target 2% dari Federal Open Market Committee (FOMC). Dia juga mencatat bahwa rentang kemungkinan hasil ekonomi untuk beberapa kuartal mendatang sangat luas karena ketidakpastian kebijakan ekonomi yang luar biasa tinggi.
CEO tersebut menyebutkan bahwa tarif telah diterapkan secara lebih luas dan telah memicu pembalasan yang lebih kuat dari yang diperkirakan. Dia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa jika siklus tarif tinggi dan pembalasan berlanjut, aktivitas ekonomi dan lapangan kerja kemungkinan akan mengalami moderasi yang berarti selama beberapa kuartal ke depan, dan inflasi kemungkinan akan naik.
Terlepas dari kekhawatiran ini, Musalem percaya bahwa kebijakan moneter berada dalam posisi yang baik untuk merespons perkembangan ekonomi secara tepat waktu dan memberikan kejelasan yang lebih besar tentang prospek ke depan. Dia menekankan pentingnya ekspektasi inflasi jangka menengah hingga jangka panjang yang terjaga dengan baik untuk mencapai stabilitas harga dan lapangan kerja maksimum bagi masyarakat Amerika.
Musalem juga berbagi pandangannya tentang pasar tenaga kerja, menyatakan bahwa pasar terus menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang solid dan hanya sedikit pemutusan hubungan kerja hingga April. Dia juga mencatat bahwa inflasi tetap berada di atas target tetapi baru-baru ini melanjutkan kemajuan menuju target tersebut.
CEO tersebut mengakui dampak tarif yang diumumkan terhadap ekonomi, menyatakan bahwa tarif kemungkinan akan meredam aktivitas ekonomi dan menyebabkan beberapa pelemahan lebih lanjut pada pasar tenaga kerja. Dia juga menunjukkan kemungkinan efek tarif pada harga barang impor, barang dan jasa yang diproduksi dalam negeri, dan kemungkinan efek putaran kedua pada inflasi.
Sebagai kesimpulan, Musalem menyatakan bahwa kekuatan mendasar ekonomi AS, pasar tenaga kerja yang tangguh, inflasi di atas target, dan beberapa ekspektasi inflasi yang bergerak lebih tinggi menunjukkan kepadanya bahwa kebijakan moneter FOMC yang sedikit restriktif tetap tepat. Dia juga menekankan perlunya menjaga kepercayaan publik tentang melanjutkan perjuangan melawan inflasi.





