Investing.com- Harga minyak naik dalam perdagangan Asia pada hari Rabu setelah dua hari kenaikan tajam, karena konflik yang semakin intensif antara AS, Israel, dan Iran membuat risiko gangguan pasokan tetap menjadi perhatian utama investor.
Pada pukul 15.25 WIB, Brent Oil Futures yang berakhir pada bulan Mei naik 1% menjadi $82,21 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude futures naik 0,7% menjadi $75,07 per barel.
Kedua patokan ditutup hampir 5% lebih tinggi pada hari Selasa. Minyak Brent melonjak di atas $85 per barel, mencapai level tertinggi mereka sejak Juli 2024.
Pedagang Menimbang Risiko Pasokan di Tengah Konflik Timur Tengah yang Meluas
Krisis saat ini dimulai pada akhir pekan ketika pasukan AS dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap militer Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Situasi terus memburuk ketika pasukan Israel dan AS melakukan serangan tambahan terhadap fasilitas yang terkait dengan Iran pada hari Selasa. Iran merespons dengan meningkatkan sikap militer di Teluk dan mengeluarkan peringatan kepada operator pelayaran global.
Teheran juga menargetkan kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur air sempit yang menangani sekitar seperlima pengiriman minyak global. Pihak berwenang Iran bersumpah untuk menyerang kapal mana pun yang melewati selat tersebut.
Ancaman terhadap Hormuz, jalur penting untuk ekspor minyak mentah dari produsen utama termasuk Arab Saudi, Irak, dan Uni Emirat Arab, telah memasukkan premi risiko geopolitik yang signifikan ke dalam harga minyak.





