Mata Uang Asia Stabil, Dolar Menguat di Tengah Ketidakpastian Iran

Yen melepas sebagian keuntungan dari intervensi

 

Sebagian besar mata uang regional tidak banyak berubah setelah mengalami pelemahan pada sesi sebelumnya.

Pasangan USD/JPY yen Jepang diperdagangkan flat di 158,4 setelah naik 0,4% pada sesi sebelumnya.

Mata uang tersebut melepas sebagian keuntungan tajam yang tercatat setelah intervensi bersama yang langka antara Jepang dan Amerika Serikat pekan lalu, upaya terkoordinasi pertama untuk mendukung mata uang Jepang sejak tahun 1998.

Yen telah bangkit ke sekitar 155 per dolar setelah operasi tersebut, setelah sebelumnya anjlok ke level terendah hampir 40 tahun mendekati 164 per dolar pada akhir Juli.

Trader menantikan data tenaga kerja AS dan perkembangan perundingan Iran

Dolar didukung oleh kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS dan ketidakpastian geopolitik yang berkelanjutan terkait negosiasi yang melibatkan Iran dan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Laporan media menunjukkan bahwa sebuah komite parlemen Iran sedang mengkaji undang-undang yang akan melarang kapal-kapal AS dan Israel melintasi jalur perairan tersebut serta menjatuhkan sanksi bagi pelanggar.

Harga minyak memperpanjang kenaikan tajam dalam perdagangan Asia pada hari Jumat, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.

Para investor juga bersikap hati-hati menjelang laporan nonfarm payrolls AS bulan Juli, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan Federal Reserve.

Data ekonomi AS terkini menggambarkan kondisi yang beragam, menjadikan laporan ketenagakerjaan hari Jumat sebagai acara kunci untuk menentukan apakah para pembuat kebijakan akan mempertahankan sikap hawkish atau beralih ke posisi yang lebih berhati-hati dalam beberapa bulan ke depan.

Surplus perdagangan China melampaui perkiraan

Pasangan USD/CNY onshore dan USD/CNH offshore yuan China diperdagangkan relatif flat.

China melaporkan surplus perdagangan yang lebih besar dari perkiraan pada bulan Juli karena pertumbuhan ekspor melampaui proyeksi didorong oleh permintaan luar negeri yang tangguh. Ekspor meningkat 24% secara tahunan meski melambat dari Juni, sementara impor naik 28%, menunjukkan permintaan domestik yang stabil.

Di tempat lain, pasangan USD/KRW won Korea Selatan turun tipis 0,2%, sementara USD/SGD dolar Singapura melemah 0,1%.

Pasangan USD/INR rupee India naik 0,2%, sementara AUD/USD dolar Australia diperdagangkan flat.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

 

Artikel Terkait