Mata Uang Asia dan Dolar Melemah Jelang Pidato Powell dari The Fed

Investing.com — Mata uang Asia dan dolar melemah pada Kamis saat investor menanti simposium Jackson Hole dari Federal Reserve untuk mendapatkan petunjuk mengenai arah suku bunga AS.

Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik tipis 0,1% selama jam perdagangan Asia. Kontrak berjangka Indeks Dolar AS juga menguat 0,1%.

 

Pedagang Tetap Waspada Menjelang Simposium The Fed di Jackson Hole

Di seluruh dunia, perhatian tertuju pada simposium Jackson Hole dari Federal Reserve, di mana Ketua Jerome Powell diperkirakan akan menyampaikan pidato penting pada hari Jumat.

Para pedagang akan mencari sinyal apakah bank sentral kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan September, menyusul data pekan lalu yang menunjukkan kenaikan harga produsen dan impor AS.

Pidato Powell datang di tengah tekanan berkelanjutan dari Presiden AS Donald Trump untuk memangkas suku bunga, yang menimbulkan keraguan terhadap independensi bank sentral.

“Meski begitu, saat Ketua Powell berbicara pada Jumat, ia kemungkinan besar akan menggemakan sentimen sebelumnya. Jadi, jangan harapkan Powell bersikap terlalu dovish pada hari Jumat,” kata analis ING dalam sebuah catatan.

“Ia kemungkinan akan bersikap seimbang hingga cenderung hawkish. Ingat, ia tidak harus membuat keputusan hingga 17 September. Tidak ada ruginya untuk tetap membuka opsi dan mempertahankan bias sebelumnya sampai dibatalkan oleh perkembangan ke depan,” tambah mereka.

 

Mata Uang Asia Melemah; PMI Jepang Jadi Sorotan

Pasangan yen Jepang USD/JPY hampir tidak berubah pada Kamis setelah data menunjukkan bahwa aktivitas pabrik negara tersebut mengalami kontraksi yang lebih lambat pada Agustus, mendekati titik pertumbuhan kembali.

Di Tiongkok, pasangan yuan onshore USD/CNY nyaris tidak berubah, sementara pasangan offshore USD/CNH turun tipis 0,1%. Bank sentral negara tersebut menetapkan suku bunga acuan pinjaman tetap pada hari sebelumnya.

Di tempat lain, pasangan dolar Australia AUD/USD turun 0,2%.

Pasangan won Korea Selatan USD/KRW hampir tidak berubah, sementara pasangan dolar Singapura USD/SGD naik tipis 0,1%.

Pasangan rupee India USD/INR juga stabil, sementara pasangan rupiah Indonesia USD/IDR menguat 0,3%.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait