Investing.com– Mata uang Asia diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari Kamis karena para pedagang melihat dampak yang terbatas dari upaya Presiden Donald Trump untuk memecat Gubernur Federal Reserve Lisa Cook, sementara rupee India bergerak di dekat level terendah sepanjang masa di tengah tekanan dari tarif sekunder AS.
Indeks Dolar AS, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,2% selama jam perdagangan Asia setelah memangkas sebagian besar kenaikan dari sesi sebelumnya.
Kontrak Berjangka Indeks Dolar AS diperdagangkan turun 0,1% pada pukul 04:02 GMT.
Pasar Fokus pada Jalur Suku Bunga The Fed; BoK Pertahankan Suku Bunga
Presiden Trump pada hari Selasa mengumumkan pemecatan Gubernur The Fed Lisa Cook, dengan alasan dugaan penyimpangan hipotek. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi Federal Reserve dan potensi meningkatnya pengaruh politik terhadap kebijakan moneter.
Cook telah menolak otoritas Trump untuk memberhentikannya, dan kasus ini kemungkinan akan berujung ke pengadilan.
“Semakin jelas bahwa pemecatan Lisa Cook oleh Trump tidak akan berdampak besar terhadap pasar valuta asing dalam jangka pendek,” kata para analis ING dalam sebuah catatan.
“Implikasinya kemungkinan baru akan terlihat dalam jangka panjang, karena fokus saat ini masih pada data,” tambah mereka.
Meskipun kekhawatiran meningkat, pergerakan forex tetap tenang karena investor tetap optimistis terhadap potensi pelonggaran kebijakan The Fed bulan depan.
Para pedagang saat ini memperkirakan kemungkinan sebesar 85% untuk pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan.
Pasangan USD/JPY yen Jepang turun tipis 0,2% pada hari Kamis.
Pasangan USD/KRW won Korea Selatan turun 0,4% setelah bank sentral negara itu mempertahankan suku bunga kebijakan di level 2,50% untuk pertemuan kedua berturut-turut.
Di Tiongkok, pasangan yuan onshore USD/CNY turun tipis 0,1%, sementara pasangan offshore USD/CNH relatif tidak berubah.
Pasangan dolar Singapura USD/SGD juga diperdagangkan sedikit lebih rendah.
Pasangan AUD/USD dolar Australia naik 0,2%, memperpanjang kenaikan setelah data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan pada hari Rabu menyulitkan peluang pelonggaran lebih lanjut dari Reserve Bank of Australia.
Rupee India Dekati Level Terendah Sepanjang Masa di Tengah Tekanan Tarif AS
Tambahan tarif AS sebesar 25% terhadap impor India mulai berlaku pada hari Rabu, menggandakan total bea masuk menjadi 50% mulai 27 Agustus, sebagai respons atas kelanjutan pembelian minyak mentah Rusia oleh India.
Pasangan USD/INR rupee India cenderung stabil pada hari Kamis setelah naik selama empat sesi terakhir, mendekati rekor tertinggi di level 87,99 rupee.
Rupee terus mengalami tekanan sejak Mei, ketika serangan tarif Trump mengguncang pasar. Mata uang ini telah melemah selama empat bulan berturut-turut, dan jatuh dalam delapan dari sembilan minggu terakhir.





