Investing.com – Sebagian besar mata uang Asia melemah pada hari Senin karena investor tetap berhati-hati di tengah penutupan pemerintahan AS yang sedang berlangsung, sementara yen Jepang merosot setelah Sanae Takaichi memenangkan pemilihan kepemimpinan partai yang berkuasa, yang dianggap mendukung kebijakan moneter longgar.
Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,3% dalam perdagangan Asia. Kontrak berjangka Indeks Dolar AS naik 0,4% pada pukul 04:01 GMT.
Yen Jepang jatuh karena ekspektasi kebijakan dovish
Takaichi, seorang anggota parlemen konservatif dan pendukung lama kebijakan ekspansif bergaya “Abenomics,” meraih kemenangan dalam putaran kedua pemilihan Partai Demokrat Liberal (LDP) pada hari Sabtu dengan 54,25% suara.
Takaichi diperkirakan akan dikukuhkan sebagai perdana menteri dalam sesi parlemen pada pertengahan Oktober, kecuali ada penolakan dari partai oposisi. Ia akan menjadi perdana menteri perempuan pertama di Jepang.
Kemenangannya menempatkan Jepang pada jalur menuju peningkatan belanja pemerintah, yang dianggap mengurangi urgensi pengetatan moneter oleh Bank of Japan.
Pasangan mata uang yen Jepang USD/JPY melonjak hingga 1,7% ke level 150 yen, tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Obligasi pemerintah Jepang dijual bersamaan dengan mata uang tersebut, dengan imbal hasil obligasi jangka panjang naik tajam, mencerminkan ekspektasi peningkatan penerbitan untuk mendanai langkah-langkah stimulus.
Mata uang Asia diperdagangkan hati-hati di tengah penutupan AS dan libur regional
Di wilayah Asia lainnya, pasar mata uang cenderung sepi karena pasar utama seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan tutup karena hari libur nasional masing-masing, sementara investor juga menilai dampak dari penutupan pemerintahan AS yang berkepanjangan.
Kebuntuan di Kongres telah menunda beberapa rilis data ekonomi penting, termasuk data ketenagakerjaan nonpertanian dan inflasi, yang membuat prospek kebijakan Federal Reserve menjadi tidak jelas.
Para pedagang kini fokus pada pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan pada hari Kamis, yang mungkin memberikan petunjuk tentang arah kebijakan suku bunga bank sentral.
Pasangan mata uang dolar Singapura USD/SGD naik tipis 0,3%, sementara won Korea Selatan USD/KRW naik 0,2%.
Pasangan mata uang rupee India USD/INR naik 0,1%, tidak jauh dari rekor tertinggi yang tercapai bulan lalu.
Pasangan yuan China di pasar luar negeri USD/CNH naik tipis 0,1%, sementara dolar Australia AUD/USD relatif tidak berubah.





