Investing.com — Harga minyak melemah dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, menyerahkan sebagian dari keuntungan sesi sebelumnya, saat para pedagang mempertimbangkan kemungkinan sanksi tambahan AS terhadap Rusia dengan tanda-tanda kemajuan dalam upaya perdamaian untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Per pukul 21:45 ET (01:45 GMT), Brent Oil Futures yang berakhir pada bulan Oktober turun 0,5% menjadi $68,46 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude futures turun 0,6% menjadi $64,44 per barel.
Kedua kontrak tersebut sebelumnya naik hampir 2% pada hari Senin setelah serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur minyak dan gas Rusia memicu kekhawatiran pasokan.
Pasar menilai prospek pasokan di tengah ketegangan geopolitik
Konflik di Ukraina tetap menjadi penggerak utama sentimen pasar. Presiden AS Donald Trump berusaha memposisikan dirinya sebagai mediator, tetapi pekan lalu memperingatkan bahwa ia akan memberlakukan sanksi baru terhadap Moskow jika tidak ada kemajuan menuju kesepakatan damai dalam dua minggu.
Wakil Presiden J.D. Vance mengatakan Rusia telah membuat “konsesi signifikan,” termasuk jaminan keamanan untuk Ukraina, meskipun diplomat Barat memperingatkan bahwa Moskow belum berkomitmen pada kerangka kerja yang mengikat.
Trump telah menggagas pertemuan tiga pihak dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden Rusia Vladimir Putin, namun belum ada tanggal yang ditetapkan.
Prospek kesepakatan damai menimbulkan kekhawatiran atas surplus pasokan minyak global, terutama jika sanksi AS terhadap minyak Rusia dilonggarkan setelah tercapainya kesepakatan.
Namun, harga minyak tetap didukung karena optimisme awal terhadap kemungkinan gencatan senjata Rusia-Ukraina terus memudar, di mana pembatasan tambahan AS terhadap minyak Rusia dapat semakin mendorong harga naik.
AS akan menaikkan tarif terhadap India minggu ini
Dalam perkembangan perdagangan, AS akan memberlakukan tarif hukuman tambahan sebesar 25% terhadap barang-barang India mulai 27 Agustus, sehingga total tarif menjadi 50%.
Langkah ini diambil sebagai tanggapan atas meningkatnya pembelian minyak Rusia oleh India. Pejabat India telah menyatakan kekecewaannya atas tarif tersebut, dengan mengatakan bahwa India harus membela kepentingan utamanya.
Beberapa pengolah minyak India telah menyatakan bahwa mereka akan terus membeli minyak mentah Rusia, yang mengindikasikan permintaan yang berkelanjutan yang dapat membantu menopang harga minyak global.





