Investing.com — Harga minyak sedikit bergerak dalam perdagangan Asia pada hari Jumat, tetapi sedang mengalami kerugian mingguan yang tajam di tengah kekhawatiran akan penurunan permintaan yang didorong oleh tarif dan potensi kelebihan pasokan.
Harga minyak mentah sempat mendapat dukungan singkat dari Presiden AS Donald Trump yang menguraikan lebih banyak pembatasan terhadap industri minyak Rusia, khususnya dengan penerapan tarif tinggi terhadap India. Tarif timbal balik Trump terhadap mitra dagang utama mulai berlaku sejak Kamis, meningkatkan kekhawatiran atas gangguan ekonomi global yang lebih besar, yang pada gilirannya dapat merugikan permintaan minyak.
Beberapa ketahanan dolar juga menekan harga minyak mentah, di tengah spekulasi yang meningkat tentang siapa yang bisa menggantikan Ketua Federal Reserve Jerome Powell.
Futures minyak Brent untuk Oktober stabil di $66,43 per barel, sementara futures minyak mentah West Texas Intermediate stabil di $63,03 per barel pada pukul 21:41 ET (01:41 GMT). Kedua kontrak turun antara 4% dan 5% minggu ini.
Minyak menuju pekan terburuk sejak akhir Juni di tengah kekhawatiran pasokan dan permintaan
Kerugian besar minyak minggu ini didorong oleh kekhawatiran yang meningkat terhadap melambatnya permintaan, terutama ketika ekonomi global bergulat dengan peningkatan tarif perdagangan dari AS.
Tanda-tanda terbaru dari melambatnya pasar tenaga kerja AS juga memicu kekhawatiran terhadap pelemahan permintaan di negara tersebut, meskipun penurunan persediaan yang berkelanjutan sedikit membantu meredakan kekhawatiran ini.
Dari sisi pasokan, harga minyak masih tertekan oleh keputusan OPEC+ yang kembali menaikkan kuota produksinya pada bulan September, seiring kartel tersebut secara bertahap mencabut pemangkasan pasokan selama sekitar tiga tahun terakhir.
Diplomasi Rusia-Ukraina juga menjadi beban
Rusia mengonfirmasi pada hari Kamis bahwa Presiden Vladimir Putin akan bertemu dengan Trump dalam beberapa hari mendatang, di tengah seruan berulang dari Trump dan Barat untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina.
Perang yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun ini memberikan dukungan terhadap pasar minyak dengan ekspektasi pasokan Rusia yang lebih ketat. Namun, potensi gencatan senjata bisa meniadakan ekspektasi tersebut.
Meskipun AS telah memberlakukan sanksi ketat terhadap industri minyak Rusia, sejauh ini hal itu belum banyak membatasi pasokan global.
Trump minggu ini mengenakan tarif perdagangan hingga 50% terhadap India karena pembelian minyak Rusia, dan juga mengancam akan mengenakan tarif terhadap pembeli terbesar, yaitu China.
Langkah tersebut hanya memberikan dukungan sementara terhadap harga minyak.





