Harga Minyak Stabil, Pasar Menanti Data Persediaan AS dan Keputusan The Fed

Harga minyak mentah bergerak stabil dalam perdagangan Asia pada Rabu (30/7), setelah mencatat kenaikan tajam sehari sebelumnya. Fokus investor kini beralih ke potensi kenaikan persediaan minyak mentah AS serta keputusan suku bunga dari Federal Reserve yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Lonjakan harga di awal pekan dipicu oleh ancaman sanksi dari Amerika Serikat terhadap pembeli utama minyak Rusia, sebagai upaya menekan Moskow menghentikan konflik di Ukraina. Optimisme pasar juga meningkat setelah tercapainya kesepakatan dagang terbatas antara AS dan Uni Eropa.

Namun, momentum penguatan minyak mereda menyusul laporan industri yang menunjukkan kenaikan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS. Sikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed turut menekan sentimen, di tengah antisipasi terhadap berbagai indikator ekonomi penting sepanjang pekan ini.

Kontrak berjangka Brent untuk pengiriman September naik tipis 0,2% ke level $72,68 per barel, sementara WTI menguat 0,1% menjadi $69,28 per barel pada pukul 00:53 GMT.

 

Stok Minyak AS Naik Tak Terduga

Data dari American Petroleum Institute (API) yang dirilis Selasa malam menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 1,5 juta barel pada pekan yang berakhir 25 Juli.

Kenaikan ini bertolak belakang dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 2,5 juta barel, serta membalikkan tren penurunan kecil pada pekan sebelumnya. Data API biasanya menjadi indikator awal bagi rilis data resmi dari Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan keluar Rabu malam waktu setempat.

Kenaikan stok yang tidak terduga ini menimbulkan pertanyaan terkait prospek permintaan minyak di AS sebagai konsumen bahan bakar terbesar dunia, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.

 

Fokus Pasar: The Fed, Data Tenaga Kerja, dan China

Pekan ini menjadi krusial bagi pelaku pasar dengan sejumlah indikator ekonomi utama AS yang akan dirilis, termasuk keputusan suku bunga The Fed pada Rabu malam. Bank sentral AS secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level saat ini.

Namun, penguatan dolar menjelang keputusan The Fed turut memberikan tekanan pada harga minyak. Data nonfarm payrolls yang menjadi indikator penting pasar tenaga kerja akan diumumkan Jumat mendatang, bertepatan dengan tenggat waktu pengenaan tarif dagang baru oleh pemerintahan Trump.

Dari Asia, perhatian tertuju pada rilis data indeks manajer pembelian (PMI) dari Tiongkok yang dijadwalkan pada Kamis. Angka tersebut diperkirakan memberikan gambaran terbaru kondisi ekonomi terbesar kedua dunia, pasca meredanya ketegangan dagang dengan AS awal tahun ini.

Sementara itu, Bank of Japan juga dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Kamis, dan diperkirakan akan tetap mempertahankan kebijakan saat ini di tengah ketidakpastian ekonomi serta dinamika politik domestik.

Baca lebih lanjut di www.kayya.co.id

Artikel Terkait