Investing.com – Harga minyak bergerak sedikit dalam perdagangan Asia pada hari Selasa, dengan fokus sepenuhnya tertuju pada pembicaraan AS-Rusia yang akan datang, yang dapat menandai berakhirnya perang di Ukraina serta memberikan sedikit kelonggaran bagi negara pengimpor utama seperti India dan China.
Minyak mendapat sedikit dukungan dari optimisme terkait perpanjangan gencatan dagang antara AS dan China selama 90 hari, yang meredakan kekhawatiran atas potensi berlanjutnya perselisihan dagang di antara keduanya. Namun, kehati-hatian menjelang data inflasi AS yang akan dirilis membuat kenaikan harga tetap terbatas.
Kontrak berjangka Brent untuk Oktober naik 0,2% menjadi $66,74 per barel pada pukul 21:52 ET (01:52 GMT), sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 0,2% menjadi $63,21 per barel.
Minyak Dapat Dukungan dari Perpanjangan Gencatan Dagang AS-China
Harga minyak mencatat sedikit kenaikan setelah AS dan China sepakat memperpanjang gencatan dagang mereka dari Mei–Juni selama 90 hari lagi, termasuk pengurangan tarif antar kedua negara.
Kesepakatan dagang sementara antara Washington dan Beijing awalnya akan berakhir pada hari Selasa, yang dapat menyebabkan kedua negara menaikkan tarif mereka masing-masing kembali ke level di atas 100% seperti yang terjadi awal tahun ini.
Namun Presiden AS Donald Trump dan para pejabat China menunjukkan optimisme terhadap hubungan dagang kedua negara, yang meningkatkan keyakinan bahwa keduanya akan mencapai kesepakatan dagang permanen.
Meski begitu, tarif yang diberlakukan Trump tetap menjadi titik krusial bagi pasar minyak, karena pungutan tersebut sudah berlaku sejak pekan lalu. Pasar mencermati apakah beban tarif ini akan mengganggu aktivitas ekonomi global dan menekan permintaan minyak.
Fokus pada Pembicaraan AS-Rusia Mengenai Ukraina
Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, dijadwalkan bertemu di Alaska pada hari Jumat untuk membahas kemungkinan mengakhiri perang di Ukraina.
Pertemuan ini berlangsung setelah Trump mengancam akan memberlakukan pembatasan yang lebih keras terhadap industri minyak Rusia, serta tarif perdagangan tinggi terhadap India dan China, yang merupakan pembeli minyak terbesar dari Moskow.
Trump mengusulkan tarif hingga 50% terhadap India, dan mengancam akan mengambil langkah serupa terhadap China. Pasokan minyak global bisa terganggu jika India dan China mencari sumber alternatif, meskipun kekhawatiran terhadap skenario tersebut mereda menjelang pertemuan hari Jumat.
Ukraina telah menyatakan bahwa mereka akan menolak kesepakatan apa pun yang mengharuskan mereka menyerahkan wilayah kepada Rusia. Namun, deeskalasi konflik dapat membuka kembali pengiriman minyak Rusia, yang pada akhirnya meningkatkan pasokan global.
Namun sebelum pertemuan hari Jumat, pasar minyak harus mencermati terlebih dahulu data inflasi indeks harga konsumen AS yang akan dirilis hari Selasa, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk lebih lanjut tentang konsumsi energi di negara pengguna bahan bakar terbesar di dunia tersebut.





