Investing.com — Harga minyak naik pada perdagangan Asia, Kamis, setelah Amerika Serikat menyita sebuah kapal tanker yang dikenai sanksi di lepas pantai Venezuela, yang memicu kembali kekhawatiran akan gangguan pasokan, sementara investor mencermati penurunan stok minyak mentah AS.
Pada pukul 21:38 ET (02:38 GMT), kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Februari naik 0,4% menjadi $62,44 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,5% ke posisi $58,78 per barel.
Laporan media menunjukkan bahwa sebuah kapal tanker yang diidentifikasi oleh sumber maritim sebagai Skipper dicegat di dekat perairan Venezuela dalam sebuah operasi terkoordinasi yang melibatkan Penjaga Pantai AS, FBI, dan Homeland Security.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penyitaan tersebut pada Rabu, dengan menyebut kapal itu sebagai “yang terbesar yang pernah” ditahan dalam penegakan sanksi Amerika Serikat.
Penyitaan tersebut menegaskan potensi terjadinya gangguan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Venezuela dan kembali mendorong premi risiko pasokan di pasar.
Stok minyak mentah AS turun — EIA
Data mingguan dari U.S. Energy Information Administration (EIA) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah komersial turun 1,812 juta barel, melampaui perkiraan penurunan sebesar 1,1 juta barel. Penurunan yang relatif kecil ini mengindikasikan bahwa pasokan masih sedikit lebih ketat dari yang diperkirakan.
Namun, persediaan bensin meningkat sepanjang pekan tersebut, mencerminkan pelemahan musiman dalam konsumsi setelah puncak periode berkendara musim gugur. Stok distilat yang mencakup diesel dan minyak pemanas juga mengalami kenaikan.
The Fed memangkas suku bunga meski beberapa anggotanya menyatakan keberatan
Secara bersamaan, Federal Reserve pada Rabu memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin pemangkasan ketiga dalam siklus ini —sehingga menurunkan kisaran suku bunga menjadi 3,5–3,75%.
Keputusan tersebut diambil meski terjadi perbedaan pandangan di internal bank sentral, dengan beberapa anggota menyatakan ketidaksetujuan terhadap langkah itu.
Pemangkasan suku bunga tersebut melemahkan dolar AS dan menurunkan biaya pinjaman, sehingga meningkatkan prospek permintaan terhadap komoditas.





