Investing.com – Harga minyak dunia menguat tipis dari posisi terendah tiga pekan pada perdagangan Asia hari Senin (28/7), didorong oleh tercapainya kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa yang meredakan kekhawatiran tarif dan meningkatkan ekspektasi terhadap permintaan energi ke depan.
Kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman September naik sebesar 0,3% menjadi US$ 68,66 per barel, sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,3% ke US$ 65,36 pada pukul 01.47 GMT. Kenaikan ringan ini terjadi setelah kedua acuan mencatat posisi terendah tiga pekan pada Jumat lalu akibat ekspektasi peningkatan pasokan minyak dari Venezuela.
Analis dari ING menyatakan bahwa kesepakatan dagang tersebut memberikan sentimen positif awal pekan ini, meskipun perhatian pasar kini mulai tertuju pada kebijakan produksi OPEC+ untuk bulan September.
Kesepakatan AS–Uni Eropa Dorong Optimisme Perdagangan dan Prospek Permintaan Energi
Sentimen pasar membaik setelah diumumkannya kerangka kesepakatan dagang antara AS dan Uni Eropa pada hari Minggu. Dalam kesepakatan tersebut, tarif atas barang-barang Eropa yang masuk ke AS diturunkan menjadi 15%, dari sebelumnya yang diusulkan sebesar 30%.
Selain itu, Uni Eropa sepakat untuk membeli energi dari AS senilai US$ 750 miliar dalam beberapa tahun ke depan. Paket kesepakatan juga mencakup pembelian peralatan militer AS serta investasi lintas sektor sebesar US$ 600 miliar.
Meredanya ketegangan dagang meningkatkan aktivitas ekonomi dan perdagangan lintas negara, yang pada akhirnya mendorong permintaan minyak melalui sektor transportasi dan industri. Komponen energi dalam kesepakatan tersebut turut memperkuat ekspektasi permintaan jangka panjang terhadap ekspor energi AS, terutama minyak mentah dan gas alam cair (LNG).
Fokus Pasar Bergeser ke Produksi OPEC+ dan Kebijakan Fed
Meskipun harga naik, penguatan dibatasi oleh ekspektasi akan peningkatan pasokan global. OPEC+ diperkirakan akan menaikkan produksi secara moderat mulai Agustus, dengan potensi kembalinya minyak Venezuela ke pasar jika sanksi AS dilonggarkan.
Komite teknis OPEC+ dijadwalkan bertemu hari Senin untuk mengevaluasi pasar sebelum pertemuan resmi pada 3 Agustus, di mana kebijakan produksi bulan September akan ditentukan. Beberapa laporan media menyebut bahwa peningkatan produksi kemungkinan akan kembali dilakukan.
Analis ING memperkirakan OPEC+ akan mengembalikan sepenuhnya 2,2 juta barel per hari dari pemangkasan sukarela sebelumnya paling lambat akhir September, termasuk tambahan sekitar 280.000 barel per hari pada bulan depan. Mereka juga mencatat adanya ruang untuk peningkatan produksi yang lebih agresif jika diperlukan.
Di sisi lain, investor juga menantikan pertemuan kebijakan moneter dua hari Federal Reserve yang dimulai Selasa ini. Bank sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga, namun pasar akan mencermati sinyal mengenai potensi pemangkasan suku bunga di akhir tahun. Fokus pekan ini juga akan tertuju pada rilis data ekonomi utama AS, termasuk indeks inflasi PCE bulan Juni dan laporan ketenagakerjaan Juli.





