Harga minyak mempertahankan kenaikan di tengah mandeknya pembicaraan damai Ukraina

Investing.com– Harga minyak sebagian besar stabil dalam perdagangan Asia pada hari Jumat setelah naik pada sesi sebelumnya, karena kemajuan diplomatik yang mandek terkait perang Ukraina dan ekspektasi kuat terhadap pemotongan suku bunga Federal Reserve AS mendukung sentimen.

Pada pukul 21:56 ET (02:56 GMT), Brent Oil Futures yang berakhir pada Februari turun 0,2% menjadi $63,15 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) crude futures turun 0,3% menjadi $59,30 per barel.

Kedua kontrak melonjak hampir 1% pada hari Kamis. Harga minyak WTI berada di jalur untuk kenaikan mingguan sebesar 1,5%.

Mandeknya pembicaraan damai Ukraina mendukung harga minyak

Harga menguat setelah pembicaraan AS-Rusia yang digelar awal pekan ini gagal menghasilkan terobosan langsung menuju gencatan senjata di Ukraina. Kurangnya kemajuan tersebut meredam harapan bahwa sanksi energi terhadap minyak mentah Rusia dapat segera dilonggarkan, sehingga mempertahankan premi risiko di pasar.

Analis mengatakan pertemuan yang mandek tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa gangguan pasokan dapat berlanjut, terutama setelah serangan Ukraina baru-baru ini terhadap infrastruktur energi Rusia.

Dapatkan berita premium dan wawasan, rekomendasi saham berbasis AI, dan alat riset mendalam dengan meningkatkan ke InvestingPro — dapatkan diskon 55% hari ini.

Taruhan pemotongan suku bunga Fed tetap utuh; data PCE ditunggu

Dukungan lebih luas juga datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan, dengan kontrak berjangka yang memperkirakan probabilitas kuat penurunan sebesar 25 basis poin. Investor telah bergeser menuju pandangan bahwa Fed dapat mulai melonggarkan kebijakan seiring momentum ekonomi yang melemah.

Data pasar tenaga kerja AS memperkuat sentimen tersebut. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun tajam menjadi 191.000 — level terendah sejak September 2022 — meskipun para ekonom mencatat volatilitas terkait liburan dapat mempengaruhi hasil tersebut. Pada saat yang sama, laporan payroll swasta awal pekan ini menunjukkan pengusaha AS memangkas 32.000 pekerjaan pada November, menandakan kondisi perekrutan yang melemah.

Pasar kini berfokus pada rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS pada hari Jumat — ukuran inflasi favorit Fed. Pembacaan yang lebih lemah dapat memperkuat alasan untuk pelonggaran kebijakan.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait