Harga minyak mempertahankan kenaikan di tengah mandeknya pembicaraan damai Ukraina

Investing.com — Harga minyak sebagian besar stabil dalam perdagangan Asia pada hari Senin setelah mencatat kenaikan mingguan, didukung oleh mandeknya pembicaraan damai AS-Rusia mengenai Ukraina serta ekspektasi kuat bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga akhir pekan ini.

Pada pukul 21:58 ET (02:58 GMT), Kontrak Berjangka Minyak Brent yang jatuh tempo pada Februari naik 0,1% menjadi $63,80 per barel, sementara Kontrak Berjangka Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) juga naik 0,1% menjadi $60,14 per barel.

Kontrak WTI melonjak lebih dari 2% minggu lalu, sementara kontrak Brent naik 1%.

Kebuntuan pembicaraan damai menjaga kekhawatiran pasokan tetap hidup

Putaran terbaru mediasi yang melibatkan perwakilan AS gagal menghasilkan terobosan antara Rusia dan Ukraina. Negosiasi tetap mandek terutama karena perselisihan mengenai jaminan keamanan bagi Kyiv dan status wilayah yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia yang belum terselesaikan.

Kebuntuan diplomatik ini terus menambah premi risiko pada pasar minyak, karena pasar khawatir ketidakpastian yang berkelanjutan dapat memperpanjang gangguan pada ekspor minyak mentah Rusia, atau setidaknya mencegah pencabutan sanksi secara cepat.

Kenaikan harga juga terbantu setelah serangan drone Ukraina merusak pelampung pemuatan utama di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) di Novorossiysk, yang memaksa penghentian sementara beberapa operasi pemuatan minyak.

Harapan pemangkasan suku bunga The Fed meningkatkan prospek permintaan

Menambah sentimen positif, pasar kini memperkirakan probabilitas 88% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 9–10 Desember. Suku bunga yang lebih rendah kemungkinan akan meningkatkan kembali aktivitas ekonomi dan mendorong permintaan energi.

Dolar AS yang lebih lemah — yang sering menyertai pemangkasan suku bunga — juga akan membuat minyak mentah menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, sehingga semakin memperkuat permintaan.

Meski demikian, pasar tetap memperhatikan faktor sisi pasokan karena produksi OPEC+ masih menunjukkan ketahanan.

Artikel ini diterbitkan oleh investing.com

Artikel Terkait