Harga Minyak Melonjak 7% Setelah AS Sita Kapal Iran, Hormuz Ditutup Lagi

Investing.com- Harga minyak naik tajam pada awal perdagangan Asia hari Senin setelah AS mengatakan telah menyita kapal kargo Iran, sementara Tehran menutup Selat Hormuz setelah sempat membuka jalur tersebut pada akhir pekan.

Berjangka minyak Brent melonjak hingga 7% menjadi $97,50 per barel sebelum diperdagangkan di $95,71 per barel pada pukul 06:56 (waktu Indonesia bagian barat).

Presiden AS Donald Trump mengatakan militer telah menembaki kapal kargo berbendera Iran yang mencoba menembus blokade AS, dan telah menyita kapal tersebut.

Iran mengecam langkah tersebut dan bersumpah akan melakukan pembalasan, demikian ditunjukkan media pemerintah. Ini terjadi setelah Tehran membuka kembali Selat Hormuz pada akhir pekan, hanya untuk menutupnya lagi dalam waktu kurang dari 24 jam. Minyak telah anjlok lebih dari 9% pada hari Jumat setelah Iran awalnya mengumumkan pembukaan kembali.

Tehran kemudian menembaki beberapa kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut pada akhir pekan.

Perkembangan ini menunjukkan memburuknya ketegangan antara AS dan Iran, dan memunculkan pertanyaan apakah perundingan damai lebih lanjut masih mungkin dilakukan sebelum gencatan senjata dua minggu berakhir pada 21 April.

Trump mengatakan utusan AS akan tiba di Islamabad pada Senin malam untuk perundingan lebih lanjut, sementara media pemerintah Iran melaporkan bahwa Tehran telah menolak perundingan damai lebih lanjut.

Perang AS-Israel terhadap Iran memasuki minggu kedelapan berturut-turut, dengan perkembangan akhir pekan yang menunjukkan sedikit ruang untuk de-eskalasi segera. Gangguan berkelanjutan dalam aliran minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan akan terus menopang harga minyak mentah dalam beberapa hari mendatang.

Jalur tersebut memasok sekitar seperlima dari total konsumsi minyak dunia.

Artikel Terkait