Harga Minyak Melemah karena Kenaikan Tak Terduga Stok AS Memicu Kekhawatiran Kelebihan Pasokan

Investing.com – Harga minyak terus mengalami penurunan pada perdagangan Asia hari Kamis, setelah data terbaru menunjukkan peningkatan tak terduga dalam persediaan minyak mentah di Amerika Serikat. Ketidakpastian menjelang dimulainya kembali perundingan nuklir antara AS dan Iran pekan depan juga semakin memperkuat kekhawatiran pasar terkait potensi kelebihan pasokan.

Pada sesi sebelumnya, harga minyak sempat naik lebih dari 1,5% setelah laporan dari CNN menyebutkan kemungkinan Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran. Namun, pergerakan tersebut berbalik arah dan minyak akhirnya ditutup melemah akibat volatilitas pasar.

Per pukul 20:48 ET (01:55 GMT), kontrak berjangka minyak Brent untuk pengiriman Juli turun 0,5% menjadi $64,61 per barel. Sementara itu, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 0,4% ke level $61,30 per barel.

Negosiasi AS-Iran Berlanjut Pekan Depan, Kekhawatiran Kelebihan Pasokan Tetap Membayangi

Putaran kelima perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat, 23 Mei, di Roma, dengan Oman tetap berperan sebagai mediator utama.

Salah satu isu utama dalam negosiasi ini adalah aktivitas pengayaan uranium oleh Iran. AS menuntut agar Iran sepenuhnya menghentikan pengayaan tersebut, sementara Iran bersikeras bahwa mereka berhak memperkaya uranium untuk tujuan damai.

Jika negosiasi menunjukkan kemajuan dan sanksi dari AS dilonggarkan, Iran berpotensi meningkatkan ekspor minyaknya. Saat ini, ekspor minyak Iran masih terbatas akibat sanksi, namun negara tersebut memiliki kapasitas besar karena merupakan produsen minyak terbesar ketiga di antara anggota OPEC.

Negosiasi ini terjadi di tengah kenyataan bahwa negara-negara anggota OPEC+ sudah mulai meningkatkan produksi minyak mereka sejak awal bulan ini, yang semakin mempertegas kekhawatiran akan potensi surplus pasokan di pasar global.

Harga minyak sempat melonjak tajam pada awal perdagangan hari Rabu setelah CNN melaporkan bahwa Israel sedang bersiap untuk kemungkinan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa para pemimpin Israel belum membuat keputusan akhir mengenai serangan terhadap Iran. Namun, kemungkinan terjadinya serangan Israel “meningkat secara signifikan” dalam beberapa bulan terakhir.

Stok Minyak Mentah AS Naik Tak Terduga – Laporan EIA

Persediaan minyak mentah AS secara tak terduga mengalami kenaikan pada pekan yang berakhir 16 Mei 2025, memicu kekhawatiran akan kelebihan pasokan dan turut menekan harga minyak.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan bahwa stok minyak mentah naik sebesar 1,3 juta barel, sehingga total cadangan mencapai 443,2 juta barel. Kenaikan ini sangat bertolak belakang dengan perkiraan analis yang sebelumnya memprediksi penurunan sebesar 1,3 juta barel.

Tak hanya itu, persediaan bensin dan bahan bakar sulingan juga meningkat, masing-masing sebesar 816.000 dan 580.000 barel, di tengah melemahnya indikator permintaan.

Sehari sebelumnya, American Petroleum Institute (API) juga melaporkan kenaikan mengejutkan dalam stok minyak mentah AS sebesar 2,5 juta barel.

Meski musim liburan musim panas AS yang dimulai setelah Memorial Day diperkirakan akan meningkatkan permintaan bahan bakar, sejumlah prediksi dan data terbaru menunjukkan bahwa pasokan masih melampaui permintaan di pasar saat ini.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait