Investing.com – Harga emas turun tipis dalam perdagangan Asia pada hari Senin, karena para pemburu aset aman beralih ke dolar setelah AS menyerang fasilitas nuklir utama di Iran, menandai eskalasi konflik di Timur Tengah.
Logam mulia ini tertekan oleh penguatan dolar, sementara harga logam lainnya juga sedikit melemah pada hari Senin.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi $3.360,11 per ons, sementara emas berjangka turun 0,3% menjadi $3.374,72 per ons pada pukul 01:08 ET (05:08 GMT). Meski begitu, emas masih mencatatkan keuntungan yang kuat sejak awal Juni, seiring meningkatnya permintaan aset aman akibat pecahnya perang Israel-Iran.
Harga emas melemah karena permintaan dolar sebagai aset aman meningkat
Tekanan utama pada emas datang dari penguatan dolar, yang naik lebih dari 0,3% terhadap sekeranjang mata uang pada hari Senin.
AS menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran selama akhir pekan, dengan Presiden Donald Trump mengklaim bahwa serangan tersebut telah menghancurkan fasilitas itu dan menghentikan ambisi nuklir Iran.
Trump menyatakan bahwa serangan akhir pekan itu didorong oleh kekhawatiran terhadap pengembangan senjata nuklir oleh Teheran, meskipun pejabat Iran berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Namun, serangan AS tetap menjadi eskalasi serius dalam konflik Timur Tengah, dengan Teheran memperingatkan akan adanya pembalasan besar. Laporan menyebutkan bahwa Iran bisa saja memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran penting, sebagai bentuk balasan.
Ketakutan akan pembalasan Iran mendorong harga minyak melonjak tajam, menambah kekhawatiran bahwa lonjakan harga energi dapat mendorong inflasi global, yang pada gilirannya membuat suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Dolar turut mendapat keuntungan dari spekulasi ini, setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan moderat pekan lalu menyusul sikap Federal Reserve yang cenderung tidak memberikan kepastian terkait pemangkasan suku bunga di masa mendatang.
Sejumlah pejabat The Fed dijadwalkan akan memberikan pernyataan minggu ini, termasuk Ketua Jerome Powell yang akan memberikan testimoni selama dua hari di hadapan Kongres mulai hari Selasa.
Harga Platinum dan Perak Mendingin Setelah Mencapai Puncaknya
Harga logam secara umum melemah pada hari Senin, dengan platinum dan perak stabil setelah dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan tajam yang melampaui emas.
Harga platinum berjangka turun 0,1% menjadi $1.263,15 per ons, mundur dari level tertinggi dalam lebih dari empat tahun yang dicapai pekan lalu. Sementara itu, harga perak berjangka naik tipis 0,1% menjadi $36,05 per ons, tetap mendekati level tertinggi dalam lebih dari 13 tahun.
Di antara logam industri, harga tembaga acuan di London Metal Exchange turun 0,1% menjadi $9.643,15 per ton, sementara tembaga berjangka di AS turun 0,3% menjadi $4,820 per pon.





