Harga Emas Stabil Usai Penguatan karena Data Ketenagakerjaan AS Melemah

Investing.com – Harga emas sedikit turun dalam perdagangan Asia pada Kamis, mundur secara marginal dari lonjakan kuat di sesi sebelumnya karena data tenaga kerja AS yang lemah dan ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan terus menjaga permintaan aset safe haven tetap tinggi.

Sejumlah data ekonomi yang moderat dari Asia juga turut menjaga harga emas tetap diminati, sementara pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga tahun ini mendorong harga logam secara keseluruhan tetap optimis.

Harga emas spot turun 0,1% ke $3.368,61 per ons, sementara kontrak berjangka emas untuk pengiriman Agustus melemah 0,2% ke $3.382,65 per ons pada pukul 01:18 ET (05:18 GMT).

Emas Menjaga Kenaikan Mingguan di Tengah Ketidakpastian Ekonomi dan Perdagangan

Emas mencatatkan kenaikan 2,4% sepanjang pekan ini, dengan penguatan terbarunya terjadi setelah data tenaga kerja ADP yang mengukur pekerjaan sektor swasta di AS menunjukkan hasil yang jauh lebih lemah dari perkiraan untuk bulan Mei.

Data tersebut mengindikasikan pendinginan yang berkelanjutan di pasar tenaga kerja AS, yang pada gilirannya meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut tahun ini.

Data ADP ini juga dirilis menjelang data nonfarm payrolls yang dijadwalkan keluar pada hari Jumat, yang diperkirakan menunjukkan penurunan tajam untuk bulan Mei dibandingkan bulan sebelumnya.

Tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja menambah ketidakpastian terhadap prospek ekonomi AS, terutama setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa ia akan tetap melanjutkan agenda tarifnya meskipun menghadapi tantangan hukum.

Trump telah menggandakan tarif terhadap baja dan aluminium pekan ini, sementara tenggat waktu pada hari Rabu bagi mitra dagang AS untuk menyampaikan “penawaran terbaik” mereka dalam kesepakatan dagang tampaknya telah berlalu tanpa pengumuman kesepakatan baru.

Fokus kini tertuju pada kemungkinan percakapan antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang diperkirakan berlangsung pekan ini, meskipun baik Beijing maupun Washington belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai potensi panggilan tersebut.

Ketegangan geopolitik juga mendukung permintaan terhadap emas, setelah meningkatnya aksi militer antara Rusia dan Ukraina meredupkan harapan tercapainya gencatan senjata yang dimediasi oleh AS.

Pelemahan Dolar Menguntungkan Harga Logam Secara Umum

Harga logam secara umum mengalami sedikit penurunan pada Kamis, namun masih mencatatkan penguatan signifikan sepanjang pekan ini karena mendapat dukungan dari melemahnya nilai dolar AS.

Dolar AS tercatat melemah 0,4% sejauh pekan ini dan berada di dekat level terendah dalam enam minggu terakhir.

Pelemahan dolar memberikan keuntungan bagi sebagian besar logam dan komoditas lain yang dihargai dalam mata uang tersebut, meskipun pada Kamis harga sempat mengalami sedikit penyesuaian.

Kontrak berjangka perak stagnan di level $34,640 per ons, sementara kontrak berjangka platinum naik 0,3% ke $1.089,65 per ons. Namun, kedua logam tersebut masih mencatatkan kenaikan antara 3% hingga 5% sepanjang pekan ini.

Di antara logam industri, kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange turun tipis ke $9.631,75 per ton, sementara kontrak berjangka tembaga AS turun 0,2% ke $4,8890 per pon.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait