Harga Emas Stabil di Dekat Rekor Tertinggi Melewati $3.400 Akibat Ketegangan Trump-Fed dan Perdagangan

Investing.com — Harga emas tetap stabil dalam perdagangan Asia pada hari Selasa setelah mencapai rekor tertinggi pada sesi sebelumnya, didukung oleh daya tarik safe-haven yang berkelanjutan akibat meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China, dan kekhawatiran seputar rencana Presiden Donald Trump untuk merombak Federal Reserve.

Per pukul 00:17 WIB, Spot Gold naik tipis 0,2% ke $3.431,05 per ons, sementara Gold Futures yang berakhir pada Juni melonjak 1,8% ke $3.388,20 per ons.

Emas melonjak lebih dari 3% mencapai rekor tertinggi $3.444,57 per ons pada hari Senin.

Logam mulia ini telah mencapai rekor tertinggi berturut-turut dalam tiga sesi sebelumnya, didorong sebagian besar oleh meningkatnya risiko geopolitik, permintaan bank sentral yang kuat, dan kekhawatiran inflasi yang persisten.

Trump Pertimbangkan Memecat Powell dari Fed, Dolar Mencapai Terendah 3 Tahun

Reli terbaru dipicu oleh kekhawatiran seputar kebijakan moneter AS, setelah Presiden Donald Trump mengungkapkan rencana untuk merombak Federal Reserve.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett mengatakan pada hari Jumat bahwa Presiden Trump dan timnya terus mempelajari apakah mereka dapat memecat Ketua Fed Jerome Powell.

Trump pada hari Senin kembali menyerukan agar Fed menurunkan suku bunga, mengatakan bahwa ekonomi AS bisa melambat jika Fed tidak segera memangkas suku bunga.

Pekan lalu, Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak cenderung memangkas suku bunga dalam waktu dekat, dengan mengutip kemungkinan tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi yang berasal dari tarif baru.

Perkembangan ini telah memicu kekhawatiran tentang independensi Fed, mengirimkan gelombang ke pasar keuangan.

Dolar AS tetap lemah setelah anjlok ke level terendah tiga tahun pada hari Senin terhadap sekeranjang mata uang utama.

Artikel Terkait