Harga Emas Capai Level Terendah 11 minggu Akibat Lekhawatiran Suku Bunga Fed

Investing.com- Harga emas melanjutkan penurunan pada hari Senin, menyentuh level terendah dalam 11 minggu, seiring data ketenagakerjaan AS yang kuat memperkuat ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang lebih tinggi dalam jangka panjang, sementara kenaikan harga minyak di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran inflasi.

Harga spot emas terakhir turun 0,8% ke $4.296,08 per troy ounce pada pukul 09:49 WIB, menyentuh level terendah sejak 23 Maret.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1% ke $4.322,60/oz.

Logam mulia ini turun lebih dari 3% pada hari Jumat lalu setelah para investor menilai ulang prospek kebijakan moneter AS menyusul data pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan.

Data ketenagakerjaan AS yang kuat perkuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed

Data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa ekonomi AS menambah 172.000 lapangan kerja pada bulan Mei, jauh di atas perkiraan para ekonom, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di 4,3%.

Laporan tersebut mendorong para trader untuk mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini, sehingga mendorong imbal hasil obligasi AS dan dolar AS lebih tinggi serta mengurangi daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti emas.

“Meski tidak ada pesan yang konsisten dalam data pasar tenaga kerja, kini kenaikan suku bunga telah sepenuhnya diperhitungkan pada pertemuan FOMC bulan Desember,” kata analis ING dalam sebuah catatan terbaru.

Indeks Dolar AS diperdagangkan relatif datar dalam sesi perdagangan Asia pada hari Senin setelah melonjak ke level tertinggi dua bulan pada sesi sebelumnya.

Ketegangan Israel-Iran meningkat; harga minyak melonjak

Israel pada hari Senin menyatakan telah menyerang sejumlah fasilitas militer di wilayah barat dan tengah Iran, serta sebuah fasilitas petrokimia di dekat Mahshahr, menandai serangan signifikan terhadap infrastruktur terkait energi Iran sejak gencatan senjata tercapai pada bulan April.

Langkah tersebut dilakukan setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke arah Israel sebagai respons atas serangan Israel di pinggiran Beirut.

Harga minyak melonjak hampir 5% pada hari Senin, menambah kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi dapat memperumit prospek inflasi global.

Meskipun emas secara tradisional diuntungkan oleh permintaan aset aman selama periode ketidakpastian geopolitik, logam ini justru tertekan oleh penguatan dolar di tengah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak turun 1,2% ke $677,00 per troy ounce, sementara platinum tergelincir 0,9% ke $1.764,58/oz.

Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange naik tipis 0,3% ke $13.543,33 per ton, sementara kontrak berjangka tembaga AS turun 0,1% ke $6,28 per pon.

Artikel ini diterbitkan oleh Investing.com

Artikel Terkait