Dolar Stabil Usai Risalah Fed hawkish

Investing.com- Dolar stabil dalam perdagangan Asia pada Kamis setelah komentar semalam dari Federal Reserve menunjukkan semakin banyak pembuat kebijakan yang terbuka terhadap kenaikan suku bunga.

Outlook hawkish tersebut, ditambah dengan ketidakpastian yang terus berlanjut seputar perang Iran, memicu pelemahan pada mata uang Asia. Dolar Australia menjadi yang paling melemah, terutama setelah data ketenagakerjaan yang lemah dari negara tersebut.

Yen Jepang stabil setelah data perdagangan dan indeks manajer pembelian yang kuat, sementara rupee India mencapai rekor terendah baru.

Dolar stabil usai risalah Fed hawkish, sinyal Iran beragam

Indeks dolar dan futures indeks dolar masing-masing naik sekitar 0,1% pada Kamis, tetap mendekati level tertinggi enam minggu yang dicapai awal pekan ini.

Risalah rapat Fed akhir April menunjukkan semakin banyak pejabat yang mempertimbangkan kenaikan suku bunga di tengah inflasi yang lebih tinggi.

Inflasi melonjak dalam dua bulan terakhir, terutama didorong oleh biaya energi yang lebih tinggi akibat gangguan pasokan yang disebabkan oleh perang AS-Israel terhadap Iran.

Sebagian besar pembuat kebijakan Fed menandakan keterbukaan terhadap “pengetatan kebijakan tertentu” jika inflasi tetap berada di atas target 2% Fed secara konsisten, demikian ditunjukkan dalam risalah tersebut. Risalah itu mengindikasikan kecenderungan yang semakin hawkish di bank sentral menjelang Kevin Warsh mengambil alih jabatan ketua.

Sinyal yang beragam mengenai perang Iran juga mendukung dolar, di tengah kekhawatiran bahwa konflik yang berkepanjangan akan membuat harga minyak tetap tinggi dalam jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan kemajuan dalam pembicaraan damai awal pekan ini. Namun pada Rabu, ia memperingatkan kemungkinan tindakan militer kembali terhadap Iran jika negara tersebut tidak segera menerima kesepakatan damai.

Artikel Terkait