Investing.com – Harga minyak naik mendekati level tertinggi enam bulan pada hari Jumat, seiring prospek aksi militer AS terhadap Iran yang kembali membayangi harapan tercapainya terobosan diplomatik, sehingga memicu kembali kekhawatiran atas gangguan pasokan.
Per pukul 13:15 WIB, Brent Oil Futures yang jatuh tempo pada bulan Desember naik 1,1%, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,8%.
Kontrak berjangka Brent sempat menyentuh $117,84 per barel di awal sesi, mencapai level tertinggi sejak akhir April.
Kedua acuan harga minyak tersebut berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan keempat berturut-turut dengan kenaikan lebih dari 10%.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, memberikan pengarahan kepada Presiden Donald Trump mengenai opsi militer terhadap Iran di Gedung Putih pada hari Kamis, bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan sejumlah pejabat senior lainnya.
Pertemuan tersebut membahas blokade AS yang sedang berlangsung serta kemungkinan dimulainya kembali operasi tempur besar-besaran, demikian menurut laporan tersebut.
Trump telah memberi sinyal bahwa serangan baru bisa terjadi setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November, dengan menyatakan pada hari Rabu bahwa “segalanya mungkin terjadi” ketika ditanya apakah ia berencana melancarkan serangan tambahan.
Perkembangan ini membayangi harapan tercapainya penyelesaian diplomatik, meskipun Washington terus menjalin kontak baru dengan Teheran untuk menghidupkan kembali negosiasi yang bertujuan mengakhiri konflik.
Wakil Presiden AS JD Vance telah menghubungi pejabat keamanan Iran, Mohsen Rezaei, dalam upaya menghidupkan kembali negosiasi, sementara para mediator tengah mengerjakan kemungkinan kerangka kerja untuk mengakhiri konflik.
Namun, Teheran dilaporkan telah menolak usulan penyelesaian tersebut, sehingga prospek tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih belum pasti.
Pasar tetap sangat sensitif terhadap perkembangan di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi pasokan minyak global.
Pertahanan udara Arab Saudi mencegat rudal balistik lain yang diluncurkan oleh gerakan Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran menuju Provinsi Timur kerajaan tersebut, demikian dilaporkan Saudi Press Agency pada hari Kamis.
Insiden ini terjadi menyusul klaim Houthi atas serangan terhadap kilang Ras Tanura pekan ini. Ancaman yang terus berlanjut terhadap infrastruktur energi regional telah membantu mempertahankan premi risiko geopolitik dalam harga minyak.
Data pasokan juga turut mendukung harga pekan ini. Stok minyak mentah komersial AS turun sebesar 1,9 juta barel dalam pekan yang berakhir pada 23 Oktober menjadi 410,6 juta barel, bertentangan dengan ekspektasi kenaikan tipis, menurut Energy Information Administration.





