Investing.com – Harga minyak stabil pada perdagangan awal hari Jumat dan menuju kenaikan mingguan pertama dalam tiga pekan, seiring ketidakpastian atas konflik AS-Iran dan pasokan Asia Barat yang terus mempertahankan premi risiko di pasar.
Namun minyak mentah memangkas sebagian kenaikan mingguannya setelah lembaga-lembaga industri utama memangkas prospek permintaan tahun ini, sementara lonjakan tak terduga dalam inventaris AS juga mengguncang pasar.
Brent Oil Futures naik 0,18%, sementara West Texas Intermediate crude futures naik 0,16% pada pukul 07:02 WIB.
Minyak menuju kenaikan mingguan saat AS dan Iran masih berselisih soal Hormuz
Futures Brent dan WTI diperdagangkan naik sekitar 4% pekan ini, karena tanda-tanda gangguan pasokan yang terus berlanjut di Asia Barat membuat para pedagang mempertahankan premi risiko untuk minyak mentah.
AS dan Iran terus membuat klaim yang saling bertentangan mengenai kendali atas Selat Hormuz dan status pengiriman melalui jalur perairan penting tersebut.
Iran menyatakan memiliki kendali penuh atas jalur perairan tersebut dan bahwa jalur itu ditutup untuk pengiriman komersial, sementara AS menyatakan terus memfasilitasi pengiriman melalui jalur perairan tersebut.
Data pengiriman terpisah menunjukkan kapal-kapal terus menghindari Hormuz di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas aksi militer AS-Iran lebih lanjut.
Penutupan Hormuz menjadi faktor pendukung utama harga minyak tahun ini, mengingat sekitar 20% konsumsi minyak dunia melewati jalur perairan tersebut.
Menambah kekhawatiran atas gangguan pasokan regional, kelompok Houthi yang didukung Iran dari Yaman mulai menyerang kapal-kapal komersial di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, jalur pengiriman minyak penting lainnya.
Namun terlepas dari ketidakpastian pasokan, kenaikan mingguan minyak mentah teredam oleh pemangkasan perkiraan permintaan tahun ini oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA).
Lonjakan mingguan dalam inventaris minyak AS juga mengguncang pasar, meskipun data lain menunjukkan cadangan darurat AS berada di level terendah dalam lebih dari 40 tahun.





